China Kucurkan Pinjaman Rp226 Miliar Untuk PLTSa Putri Cempo Solo

PLTSa Putri Cempo Solo | Foto: petrominer.com

JoSS, SOLO –  China Construction Bank (CCB) Indonesia menjadi lender (penyedia dana) tunggal setelah sepakat mengucurkan pinjaman senilai US$16 juta atau setara Rp226 miliar untuk pembangunan kontruksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo.

Penandatangan kontrak antara manajemen PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku pemegang hak pengelolaan PLTSa dengan salah satu bank terbesar di dunia itu berlangsung tanpa kendala.

Direktur Utama PT SCMPP, Elan Syuherlan, menyebut CCB tak mengajukan syarat khusus sehingga tahapan financial close itu berjalan lancar.

“Mereka hanya ingin melihat proyek ini jalan. Syarat yang diajukan bisa kami terima, kira-kira begitu. Pinjaman dari CCB senilai US$16 juta atau setara Rp226 miliar,” kata dia, Rabu (9/10).

Dikutip dari Solopos, Elan Syuherlan menjelaskan kesepakatan pendanaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) harus batal lantaran Persero itu tak kunjung mengajukan penawaran. Padahal sejak Juli hingga September, PT SCMPP menunggu tawaran itu.

Baca juga: Perjanjian Jual Beli Tenaga Lisrik Diteken, PLTSa Jatibarang Beroperasi November 2019

“Setelah mempertimbangan berbagai hal dan melihat waktu yang ada, kami sepakat dengan CCB. Karena kalau menunggu terlalu lama juga menjadi risiko,” ucapnya.

Elan Syuherlan mengatakan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan kontruksi bakal dilakukan pada 23 Oktober 2019 dan pengerjaan berlangsung per November.

Tak ada persiapan khusus di lahan pembangunan PLSTa Putri Cempo Solo lantaran seluruhnya sudah siap bangun.

“Bagian mana yang siap dikerjakan, ya kami kerjakan agar lebih cepat. Fleksibel. Nah, kalau dari desainnya butuh lahan tambahan akan kami lihat mana yang perlu disiapkan,” kata dia.

Proyek tersebut ditarget selesai dalam dua tahun atau pada September 2021. Batas tanggal tersebut merupakan tenggat penyambungan listrik ke PLN.

“Tapi kami berusaha 1,5 tahun sudah selesai. Mestinya bisa, kalau tidak ada halangan, seperti cuaca. Hujan sering membuat pengerjaan kontruksi terhambat. Tapi kalau hujan tidak terlalu lama, pasti kerjanya bisa lebih panjang,” tegas Elan Syuherlan.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengklaim investasi di pembangunan PLTSa Putri Cempo tanpa tipping fee merupakan satu-satunya di Indonesia. Kota-kota lain, kata dia, menggunakan tipping fee yang nilainya tak sedikit.

“Tanpa beban, tanpa muatan apa pun. Sisi sosial non teknisnya tidak ada sehingga lancar saja. Kami sudah mengirim surat ke Presiden, siapa tahu beliau mau hadir saat ground breaking,” ucap wali kota. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*