Bawa Poster Bertuliskan ‘Yesus’, Demo Mahasiswa di Semarang Tuai Kecaman

Peserta aksi demo mahasiswa membawa poster bertuliskan 'Yesus' di depan Kantor DPRD Jawa Tengah. Senin (30/9) | Foto: Istimewa

JoSS, SEMARANG – Sebuah poster yang dibawa oleh peserta aksi demo mahasiswa Aliansi Semarang di depan Kantor DPRD Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang pada Senin (30/9) sore mengundang perhatian publik.

Pasalnya, poster tersebut bertuliskan “The Polices not Jesus, memanusiakan manusia”. Meski tak menonjol, tulisan poster tersebut menjadi perhatian beberapa Aparat Kepolisian dan para awak media atau jurnalis yang melakukan peliputan.

Ketua Forum Wartawan Pemprov-DPRD Jawa Tengah (FWPJT) Damar Sinuko menyayangkan sikap peserta aksi demo tersebut, karena dinilai tidak pada tempatnya. Dia menambahkan, demo yang berlangsung sore itu, mengangkat sejumlah isu yang berkembang saat ini yakni mengkritisi revisi sejumlah undang-undang yang tengah dibahas di DPR.

“Itu posternya maksudnya apa ya, kok ada bawa nama Yesus. Yang dimaksud Yesus nya orang Kristen atau Yesus nama lain. Sangat disayangkan bawa simbol-simbol agama dalam demo yang isunya mengecam DPR. Bukannya mahasiswa seharusnya lebih intelek ya”, kata Damar Sinuko.

Baca juga: Tujuh Kepala Sekolah Terpapar Radikalisme, Ganjar: Harus Segera Dibereskan!

Senada diungkapkan Pendiri Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSa) Tedi Kholiludin yang mempertanyakan perihal penyebutan kata atau nama “Yesus” dalam aksi mahasiswa. Terlebih, kata tersebut disandingkan dengan kata “The Polices” dan kalimat “memanusiakan manusia”.

“Ini maksudnya apa, saya mikir bolak-balik. Ini itu maksudnya Polisi bukan Yesus, karena Yesus memanusiakan manusia. Atau Polisi seharusnya Memanusiakan Manusia, karena Yesus itu Tuhan. Atau Yesus itu bukan Polisi karena bagaimana,” ungkap Tedi.

Tedi justru menyarankan bila kalimat yang bagus dengan mencatut nama Yesus seharusnya “Like Jesus, the Police must humanize human”, namun itupun pun jika yang mahasiswa maksud.

“Kalau mau positif berarti begini mestinya, Like Jesus, the Police must humanize human. Itupun jika begitu yang dimaksud”, tambah Tedi yang juga aktivis Nahdhlatul Ulama (NU).

Sementara itu, Koordinator Omah Publik Nanang Setyono justru mengkhawatirkan poster yang membawa kata “Yesus” tersebut dapat memancing provokasi Agama karena dapat digolongkan ke dalam unsur penistaan agama. Nanang pun meminta mahasiswa memberikan klarifikasi kepada masyarakat terkait kalimat di poster.

“Polisi harus menertibkan poster tersebut dan meminta keterangan yang membawa poster. Jangan sampai nanti justru memancing provokasi agama. Bagaimana kalau ada yang merasa tidak terima dan menyebut itu penistaan agama. Kan nanti jadi konflik baru. Yang bawa atau buat poster harus secepatnya beri klarifikasi. Adik-adik mahasiswa tolong bisa jeli dan cerdas dalam membuat poster”, jelas Nanang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*