Setelah Proses Panjang, Akhirnya Esemka Luncurkan Produk Perdana

Peluncuran produk perdana mobil buatan Esemka di Boyolali | Foto: twitter Dede Budhyarto @kangdede78

JoSS, BOYOLALI – Presiden Jokowi meresmikan peluncuran produk perdana mobil buatan Esemka di Boyolali, Jumat (6/9). Peluncuran mobil buatan anak bangsa ini telah lama ditunggu-tunggu kehadirannya setelah melalui proses yang panjang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi tiba di PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), Jl Raya Demangan Km 3,5 Sambi-Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019) pukul 10.30 WIB. Jokowi didampingi Menperin Airlangga Hartarto.

Jokowi berkeliling pabrik sambil mendengarkan penjelasan dari Airlangga. Beberapa mobil tampak tengah dikerjakan pekerja pabrik. Jokowi sempat melihat mobil listrik Esemka berwarna putih. Ada juga mobil-mobil Esemka yang dicat hitam.

Jokowi kemudian berjalan menuju panggung utama untuk menyaksikan peluncuran mobil Esemka. Saat menjabat Wali Kota Solo, Jokowi identik dengan mobil Esemka. Mobil ini pernah dipakai Jokowi untuk keperluan dinasnya.

Dilansir dari tvOne, mobil yang akan dihadirkan berjenis pikap, dan terdiri dari dua model, yakni Bima 1.2L dan Bima 1.3L. Dari kodenya, diketahui bahwa kapasitas mesin yang digunakan yakni 1.200cc dan 1.300cc.

Baca juga: FX Rudy: Esemka Bukan Mobil Boongan

Kedua mobil menggunakan mesin yang bekerja memakai bahan bakar jenis bensin. Soal harga, diketahui bahwa banderol kedua mobil yang masuk dalam segmen kendaraan niaga itu tidak lebih dari Rp150 juta.

Selain Jokowi, turut hadir juga Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan, Budi Karya.

Sebelumnya, wujud dari Esemka Bima telah lebih dulu beredar di dunia maya beberapa waktu lalu. Saat menghadiri pameran Kementerian Perindustrian belum lama ini, perwakilan Esemka mengatakan bahwa mereka sedang mencari penyedia komponen lokal.

Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi, Eddy Wirajaya mengaku, perusahaannya membutuhkan dukungan para penyedia komponen lokal, untuk melancarkan bisnisnya di Tanah Air. Saat ini, pihaknya terbantu dengan adanya pameran yang digelar pemerintah.

“Kami mengajak para supplier untuk mendukung kami. Komponen apa yang mereka produksi, supaya cocok terhadap produk kami,” ujarnya kala itu.

Eddy berharap, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mobil Esemka bisa mencapai hingga 85 persen. Hal ini bertujuan, agar bisa bersaing di industri otomotif dalam negeri. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*