Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Wafat, Dunia Berduka

Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe | Foto: google

JoSS, ZIMBABWE – Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe meninggal dunia pada Jumat, (6/9) pagi. Presiden yang berperan penting dalam sejarah kontemporer Zimbabwe itu wafat dalam usia  95 tahun. Sejumlah kepala negara mengungkapkan dukacita mendalam.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukacitanya mengingat dukungan Mugabe dalam perjalanan politik kedua negara dengan Rusia.

“Banyak peristiwa penting dalam sejarah kontemporer Zimbabwe terkait dengan nama Robert Mugabe. Dia telah memberikan kontribusi pribadi yang besar bagi perjuangan kemerdekaan Zimbabwe dan membangun sejumlah institusi di negara itu,” kata Putin.

Menurut Putin, masyarakat Rusia akan mengingat Mugabe sebagai pendukung yang konsisten dalam mengembangkan hubungan persahabatan antara kedua negara dan sosok yang telah mencapai banyak hal untuk memperkuat kerja sama bilateral yang saling menguntungkan.

Sebelumnya Cina juga menyampaikan pernyataan duka cita serupa atas kepergian Mugabe ke alam baka. Namun komentar belasungkawa Cina dan Rusia itu membuat marah orang-orang yang pernah menderita di bawah kekuasaan Mugabe.

Zimbabwe adalah negara bekas jajahan Inggris dan Mugabe memimpin negara itu selama hampir empat dekade atau persisnya setelah merdeka dari Inggris pada 1980.

Baca juga: Anggota DPR Nigeria Digugat Rakyatnya Karena Minta Mobil Mewah

Mugabe dianggap sebagai pahlawan pembebasan Zimbabwe dari penjajahan, namun dia telah menjadi penjahat yang pernah dilarang memasuki Inggris setelah pemilu pada 2002 dan menanggalkan gelar kehormatannya pada 2008.

“Akan ada emosi campur aduk di Zimbabwe atas berita ini (kematian Mugabe). Kami tentu saja menyatakan belasungkawa kami kepada mereka yang berduka, tetapi kami pun tahu bagi banyak orang dia adalah penghalang untuk masa depan yang lebih baik,” kata juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan di bawah pemerintahan Mugabe, masyarakat Zimbabwe sangat menderita saat dia malah membuat miskin negara itu.

“Pengunduran Mugabe pada 2017 menandai titik balik dan kami berharap hari ini menandai yang lain yang memungkinkan Zimbabwe untuk beralih dari warisan masa lalu dan menjadi negara yang demokratis dan makmur yang menghormati hak asasi manusia warganya,” kata Juru bicara Perdana Menteri Johnson.

Sumber di Kementerian Luar Negeri Inggris mengakui ada emosi campur aduk di Zimbabwe terhadap kematian Mugabe. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*