JoSS, SEMARANG – Marah adalah cara seseorang meluapkan emosionalnya. Tindakan tersebut manusiawi dan sah-sah saja. Meski demikian terus-terusan marah atau gampang naik darah tidak bagus untuk kedehatan anda.
Tak hanya akan mengganggu orang-orang disekitar anda sehingga tidak nyaman untuk bersahabat dengan anda, marah juga ternyata dapat memicu kegemukan bahkan obesitas.
Mengutip Brightside, ada alasan ilmiah yang bisa membuktikan hal ini. Kemarahan tak hanya memanifestasikan diri dalam urusan emosional tapi juga proses kimiawi dalam tubuh.
Orang yang sedang marah akan melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini akan menyebabkan seseorang kemudian menjadi cemas.
Aliran darah dari organ internal ke otot akan menyebabkan seseorang tak merasa lapar saat marah. Tapi ini hanya jangka pendek.
Setelah tingkat adrenalin berkurang, Anda akan mulai merasa lapar. Anda akan merasa perlu mengisi kembali energi yang hilang. Anda mulai mendambakan aneka makanan manis.
Baca juga: Atasi Stres dengan Meditasi
Tapi adanya fakta bahwa Anda merasa cemas akan menyebabkan orang akan mulai makan karena emosi (emosional eater) tanpa berpikir.
Ini berarti Anda akan makan sesuatu yang tak baik untuk tubuh,. Hanya makan makanan yang enak untuk menenangkan pikiran dan kenyamanan untuk diri sendiri tanpa pertimbangan sehat atau tidak.
Selain alasan itu, kecemasan juga akan meningkatkan stres. Karena itu, hormon kortisol juga akan meningkat dan membahayakan jantung serta tekanan darah. Pada akhirnya ini juga akan memengaruhi berat badan seseorang.
Kortisol juga akan mengubah gula darah menjadi lemak dan menghambat pencernaan. Sebagai hasilnya, berat badan akan bertambah dan membentuk lemak yang bisa berbahaya untuk kesehatan. Nah, gimana? Masih akan sering marah-marah?
Cobalah untuk sering melakukan meditasi, mengatur nafas agar anda terbiasa mengendalikan perasaan atau emosional. Memikirkan hal-hal yang positif dan rajin berolahraga akan membantu anda untuk menenangkan perasaan anda. (lna)

Leave a Reply