JoSS, JAKARTA – Banyak pekerja yang mengalami stres, tertekan, burn out, kewalahan, bahkan terganggu mentalnya gara-gara tidak mampu mengendalikan pikiran, perasaan, dan jiwanya dalam bekerja.
Padahal, kesehatan mental seharusnya tidak boleh diabaikan dalam pekerjaan. Adapun, problem yang paling sering terjadi pada pekerja adalah stres.
Hal ini lantaran sering kali persoalan timbul gara-gara pekerja dan perusahaan tidak sinkron gerak langkahnya. Akibatnya, terjadi hubungan kerja yang saling menuntut.
Tentu saja hal ini merugikan semua pihak, baik perusahaan mau pun pekerja itu sendiri. Tidak heran jika pada akhirnya kualitas sumber daya manusia yang diharapkan oleh pihak perusahaan mau pun pekerja tidak sesuai dengan kenyataan.
“Keadaan ini bisa ditandai dengan berbagai macam emosi seperti marah, cemas, sedih, kecewa, dan merasa bersalah,” ujar fasilitator meditasi dari The Golden Space Indonesia, Bagia Arif Saputra.
Semua hal ini pasti akan mempengaruhi kehidupannya dan berefek pada produktivitas, kreativitas, dan relasi kerja, sudah tentu problem ini mempengaruhi perusahaan juga.
Baca juga: Begini Cara Turunkan Tekanan Darah Tinggi Dengan Mudah
Kondisi ini juga yang kerap membuat banyak pekerja bekerja seadanya saja. Mereka percaya bahwa bekerja seadanya sudah cukup, tanpa gairah dan keinginan untuk memberikan yang terbaik.
“Kalau kita bisa memberi lebih untuk meningkatkan potensi diri kita sendiri, why not?” kata Bagia.
Salah satu cara untuk mengatasi problem mental dan emosi ini, Bagia menganjurkan untuk melakukan meditasi. Menurutnya, teknik meditasi akan menolong orang untuk menyadari apa yang menjadi masalah dalam dirinya. Mungkin saja ada persoalan terkait relasi dengan atasan, dengan klien, bahkan dengan diri sendiri yang membuat seseorang tertekan.
“Setelah itu, kita mencari apa yang menjadi penyebabnya. Karena biasanya semua masalah yang dihadapi di kantor, adalah cerminan dari personal issues,” katanya lagi.
Bagi Bagia, cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja adalah menyelesaikan persoalan individu terlebih dahulu.
Menurut Corporate Director The Golden Space Indonesia Helena Abidin bekerja seharusnya membuat seseorang bahagia dan maksimal. Itulah sebabnya dia menyarankan agar para pekerja yang merasa tidak bahagia dapat melakukan meditasi dengan metode mindfulness dan heartfulness.
“Meditasi akan membantu seseorang untuk terkoneksi kembali dengan dirinya sendiri, sehingga pikiran, hati, dan jiwanya selaras kembali.” Keselarasan ini akan membawa pengaruh besar pada diri sendiri, orang lain, bahkan perusahaan.
Metode mindfulness dan heartfulness ini, tutur Helena, diharapkan dapat menolong pekerja mengalami kondisi mental dan emosi yang sehat.
“Mindfulness dapat dilakukan untuk mencapai kondisi mental dan batin yang sadar sepenuhnya,” katanya.
Dengan kesadaran penuh itu, setiap orang dapat mengamati setiap pikirannya serta memutuskan bagaimana bereaksi dan bertindak dengan tepat. (nug/lna)

Leave a Reply