
JoSS, SOLO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno akan diresmikan 17 Agustus mendatang. Saat ini persiapan rumah sakit yang berlokasi di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo itu hampir 100 persen.
Direktur Utama RSUD Bung Karno Solo, Wahyu Indianto mengatakan progres pembangunannya kini hampir mencapai 100%.
“Pekan ini perkembangannya sangat cepat. Jadi data hari ini dan besoknya bisa berbeda. Lebih dari 90 persen lah, hampir 100 persen,” katanya, belum lama ini seperti dikutip dari Solopos.com.
Setelah peresmian, manajemen tak langsung menerima pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (JKN BPJS).
Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Bung Karno, Bintang Setya Nusantara, mengatakan kerja sama dengan BPJS baru terjalin setelah sejumlah syarat terpenuhi. Salah satunya standar jumlah pegawai.
Dia menjelaskan, setelah perekrutan SDM [sumber daya manusia] selesai, pihaknya akan mengumpulkan STR [surat tanda registrasi] atau SIP [surat izin praktek] tenaga kesehatan seperti perawat, farmasi, bidan dan dokter sebagai kelengkapan izin operasional rumah sakit tipe C.
“Izin itu wajib dimiliki sebelum memulai operasional. Setelah punya izin operasional, baru kami mendaftar ke BPJS. Paling cepat butuh 21 hari (memorandum of understanding),” katanya belum lama ini.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Naik Sesuai Kelas
Dia mengatakan izin operasional tak hanya mencakup STR dan SIP, tapi juga alat kesehatan yang membutuhkan uji fungsi.
Dia mengupayakan proses itu berlangsung secepat mungkin. Pasalnya, pengurusan STR dan SIP tenaga medis membutuhkan waktu maksimal dua pekan.
“Izin operasional dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota [DKK]. Soal formasi yang nihil pelamar, apakah nanti izin tetap dikeluarkan dengan syarat harus dipenuhi maksimal tiga bulan, itu ranah DKK. Tapi, visitasinya juga dengan Persatuan Rumah Sakit Indonesia [Persi]) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” kata Lilik.
Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan capaian hampir 100% itu di antaranya terdiri atas petugas medis, alat kesehatan, perabot, dan sebagainya. Patung Bung Karno yang dipasang di halaman depan RSUD Bung Karno Solo, kata dia, sudah terpasang.
“Tinggal menarik selubung [patung] pas peresmian. Tinggal pelaksanaan pokoknya. 17 Agustus, enggak akan molor,” ucapnya.
Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan sesudah soft opening tersebut, RSUD Bung Karno Solo belum melayani peserta BPJS.
Sebagai gantinya, Pemkot mengimbau pemegang kartu BPJS untuk mengakses layanan RSUD Solo manakala membutuhkan rujukan. “RSUD Ngipang (RSUD Solo) masih ada kok. Untuk sementara ke sana dulu,” ucap Rudy. (lna)

Leave a Reply