
JoSS, SURABAYA – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memproyeksikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 8 kepulauan Madura bisa beroperasi pada Agustus ini.
Adapun 8 pulau yang akan mendapatkan layanan dari PLTS ini adalah Pulau Pagerungan Kecil, Pulau Tonduk, Pulau Paliyat, Pulau Sabuntan, Pulau Saubi, Pulau Goa-Goa, Pulau Sakala, dan Pulau Masakambing.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Provinsi Jawa Timur, Imam Asrori mengatakan hingga saat ini progres pembangunan PLTS tersebut sudah mencapai 90%.
“Jika sudah beroperasi, PLTS ini akan beroperasi selama 12 jam sehari karena menggunakan tenaga matahari,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8).
Imam menjelaskan, proses pembangunan PLTS di kepulauan Madura ini pun tidak mudah mengingat material pembangunan harus dibawa menuju pulau-pulau kecil yang jarak tempuhnya sekitar 6 jam dengan kapal ferry dan dilanjutkan dengan kapal kecil karena belum ada dermaga yang memadai.
Dia mengatakan sebelumya, warga di kepulauan Madura ini hanya bisa menggunakan listrik dengan memanfaatkan genset dan swadaya masyarakat. Diharapkan keberadaan PLTS ini nantinya bisa menekan biaya listrik yang dikeluarkan warga setiap bulan untuk membayar energi genset sekitar Rp50.000/titik lampu.
Baca juga: Dahlan Iskan: Kemana Pasukan ‘Elite’ PLN Penjaga SUTET?
“Pembangunan PLTS ini merupakan upaya PLN untuk menwujudkan green enegry yang ramah lingkungan termasuk untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Jatim yang ditargetkan bisa 100% pada 2020,” imbuhnya.
Selain itu, lanjutnya, sampai akhir tahun ini PLN Jatim juga berencana membangun PLTS lagi agar bisa mengaliri listrik 23 pulau kecil di Madura.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini membangun 1.367 unit listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE) di kepulauan Madura sebagai salah satu upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Jatim yang masih sekitar 98%.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Setiajit, mengatakan tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran untuk sambungan dan instalasi listrik bagi 15.000 rumah tangga miskin di Jatim.
“Selain itu, kita juga bangun LTHSE terutama di wilayah kepulauan Madura, juga termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) oleh PLN di 6 pulau terpencil karena di sana rasio elektrififkasi masih rendah,” katanya.
Adapun satu unit LTSHE ini memiliki kapasitas 60 watt yang harganya sekitar Rp4 juta – Rp8 juta/unit. Listrik bertenaga matahari ini juga menggunakan baterai yang diperkirakan memiliki usia 2,5 tahun sehingga warga penerima bantuan LTSHE ini perlu menabung sedikitnya Rp1.000/hari. (lna)

Leave a Reply