Layar Tancap Festival Film Merdeka Bakal Digelar Selama Lima Hari di Solo

Ilustrasi | Foto: cnnindonesia.com

JoSS, SOLO – Yayasan Kembang Gula Surakarta menggelar Festival Film Merdeka (FFM) 2019 dengan akan menyelenggarakan pemutaran film menggunakan layar tancap pada 25-29 Agustus. Mengusung tema ‘Merayakan Warna Bersama Sinema’, mengandung pesan pentingnya persatuan Indonesia.

Direktur Yayasan Kembang Gula Surakarta Fanny Chotimah mengatakan festival film kemerdekaan ini untuk memeriahkan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Menurut dia, kemampuan untuk menghargai perbedaan harus selalu dikembangkan, begitu pula dengan merawat semangat gotong-royong dan menjalin persaudaraan serta kekeluargaan.

Layar tancap akan digelar di lima kelurahan yakni Sudiroprajan, Baluwarti, Sondakan, Nusukan dan Kemlayan Solo. Yayasan Kembang Gula Surakarta menggandeng pemuda-pemudi setempat untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Selain pemutaran film, kegiatan FFM tahun ketiga ini juga diisi dengan lokakarya (workshop) pembuatan film pendek yang akan diikuti oleh perwakilan dari empat Kecamatan Laweyan, Jebres, Pasar Kliwon, dan Serengan, peserta umum, maupun komunitas film.

Baca juga: Solo Bidik Wisatawan Tiongkok

“Kegiatan workshop digelar di Balai Soedjatmoko Solo, sudah mulai Minggu (4/8) hingga Rabu (7/8),” katanya, seperti dikutip dari Detiknews.com.

Hari pertama lokakarya, peserta mendapat materi penulisan naskah dengan mentor Ninndi Raras, pembuat film pendek asal Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film “Gula-Gula Usia” (2012) yang disutradarai Ninndi dan sesi diskusi.

Kemudian, peserta menerima materi penyutradaraan dan produksi film dengan mentor Bani Nasution, sutradara asal Solo. Sebelum sesi tersebut akan diputar film yang disutradarai Bani, yakni “Love Bird” (2016) dan “Sepanjang Jalan Satu Arah” (2016) yang berlatar kampung batik Laweyan.

Nantinya, film pendek karya peserta lokakarya tersebut akan diputar di malam puncak penutupan Festival Film Merdeka di halaman Balai Kota Surakarta pada 30 Agustus.

Yayasan Kembang Gula, merupakan kumpulan para pelaku perfilman di Kota Solo yang ingin mewujudkan terciptanya masyarakat yang toleran dan menghargai perbedaan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*