
JoSS, CILACAP – Prediksi gempa megathrust yang bisa memicu tsunami setinggi 20 meter yang menjadi pemberitaan dalam beberapa pekan terakhir membuat warga pesisir Cilacap was-was. Begitu terjadi gempa di Banten yang terasa hingga Jawa Tengah dan Sumatera membuat warga panik dan berlarian mengevakuasi diri.
Masih segar dalam ingatan warga, gempa da tsunami Pangandaran meluluhlantakkan sebagian pesisir Cilacap. Seratusan lebih orang meninggal dunia, sedikitnya 50 orang dinyatakan hilang.
Beberapa wilayah yang warganya mengungsi di antaranya perumahan Tegalsari, Cilacap. Di perumahan ini, warga bersicepat mengungsi usai guncangan gempa Banten yang begitu terasa, sekitar pukul 19.03 WIB.
Seorang warga, Adi Kurniawan mengatakan sebagian tetangganya mengungsi ke perbukitan di Kesugihan yang berada di sisi utara. Mereka panik permukimannya terdampak tsunami.
“Terasanya lama banget goyangannya. Banyak yang panik. Ya tidak semuanya mengungsi lah,” ucapnya, Jumat malam.
Informasi yang diperolehnya warga pesisir lainnya, seperti Winong, Slarang, hingga Tegalkamulyan pun banyak mengungsi. Sebagian mengungsi ke perbukitan Kesugihan, lainnya menuju ke Jeruklegi yang memiliki ketinggian di atas 100 mdpl. “Banyak yang bawa tas,” ujarnya.
Adi sendiri justru tak mengungsi. Ia sempat keluar rumah namun lantas memantau perkembangan informasi dari sejumlah saluran informasi resmi.
Baca juga: Setahun Pascagempa Lombok, Pemerintah Sudah Bangun 3.692 Rumah
Ia juga memantau perkembangan gempa Banten dengan mengandalkan jaringan pertemanan di berbagai grup-grup kebencanaan.
“Kalau saya sekeluarga tidak mengungsi. Tapi tetangga saya pada mengungsi, ke kerabat di Kesugihan,” ujarnya.
Melansir siaran pers Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa berkekuatan magnitudo 7,4 terjadi pada pukul 19:03:21 WIB, Episentrum berada di 7.54 Lintang Selatan dan 104.58 Bujur Timur, tepatnya di 147 kilometer Barat Daya Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa ini berpotensi tsunami dengan peringatan dini untuk wilayah Pandeglang Bagian Selatan dengan status ancaman Siaga, ketinggian maksimal 3,0 meter. Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman Siaga, ketinggian maksimal 3,0 meter.
Kemudian, Lampung Barat Pesisir Selatan dengan status ancaman Siaga, ketinggian maksimal 3,0 meter. Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman Waspada, ketinggian maksimal 0,5 meter. Terakhir, Lebak dengan status ancaman Waspada, ketinggian maksimal 0,5 meter.
Dikutip dari Liputan6.com, gempa ini terasa di wilayah Cilacap, Banyumas, hingga Kebumen. Warga melaporkan goncangan cukup kencang.
Di Purwokerto, gempa juga menyebabkan kepanikan. Harsono, warga Karanglewas, Banyumas mengatakan sebagian besar warga merasakan gempa ini.
Sementara, di Lumbir, Banyumas, goncangan yang sama juga sempat membuat panik warga. Warga keluar rumah dan menyaksikan kabel saluran listrik PLN bergoyang.
“Lama ya, itu air di galon sampai gerak-gerak,” ucap Fatti Hariswati, warga Cingebul. (lna)

Leave a Reply