JoSS, JAKARTA – Komedian Satriaddin Maharinga Djongki atau yang lebih dikenal dengan Arie Kriting meminta pemerintah untuk menangkap pelaku rasisme dan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.
Arie melalui akun Twitter menyinggung kehadiran pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut. Ia menyatakan rasisme seharusnya tak diberi tempat di Indonesia. Pasalnya tindakan rasisme dan intimidasi yang memancing kerusuhan di berbagai wilayah di papua-Papua Barat dalam beberapa hari terakhir.
Aksi protes dilakukan setelah mereka mengetahui mahasiswa Papua yang dikepung diteriaki pernyataan-pernyataan rasialis.
“Yang paling ditunggu itu aksi nyata pemerintah untuk menunjukkan bahwa bangsa ini berpihak kepada masyarakat Papua. Tangkap semua pelaku aksi rasisme dan pengepungan asrama mahasiswa papua, termasuk oknum aparat dan ormas yang ada di sana,” cuit @Arie_Kriting.
Menurutnya, respons pemerintah lebih dibutuhkan ketimbang permintaan maaf kepada masyarakat Papua. “Minta maaf nanti Lebaran saja,” tuturnya.
Baca juga: Arie Kriting: Passion Saya di Film
Arie Kriting mengibaratkan insiden di Surabaya dengan gigitan nyamuk yang membuat tangan gatal. Menurutnya, oknum anggota ormas dan aparat pelaku aksi rasial di Surabaya bagaikan nyamuk.
“Kalau nyamuk menggigit tangan kita, yang kita basmi nyamuknya, bukan tangannya yang diamputasi. Kalau tangan menjadi gatal ya itu karena ulah nyamuk. Basmi nyamuknya!” cuit Arie Kriting.
Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintahan lebih menyoroti permintaan maaf dalam insiden Papua di Surabaya. Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat Papua menerima permohonan maaf pihak ormas dan aparat di Surabaya.
Presiden Joko Widodo juga meminta masyarakat Papua memaafkan dan percaya kepada pemerintahannya yang berusaha menjadi kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat.
“Sebagai saudara sebangsa setanah air, yang paling baik memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik. Sabar itu juga lebih baik,” kata Jokowi.
“Yakinlah pemerintah menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pakce Mace, mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat,” ujarnya.
Jokowi menyatakan dalam waktu dekat dirinya akan berkunjung ke Tanah Papua untuk meresmikan Jembatan Holtekamp, di Kota Jayapura. Ia menegaskan tetap mengikuti perkembangan kondisi di Papua. Mantan Wali Kota Solo ini menghubungi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan untuk mengetahui perkembangan situasi di Kota Manokwari dan Kota Sorong. (lna)

Leave a Reply