
JoSS, BOYOLALI – Putra pertama Sutopo, Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho, mengenang kebaikan mendiang ayahnya, Sutopo Purwo Nugroho, yang terakhir menjabat sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Bapak orangnya paling berdedikasi, yang saya tahu. Yang dia lakukan untuk sesuatu yang lebih besar,” kata Ivanka usai mengikuti upacara pemakaman ayahnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sasonolayu Boyolali, Senin.
Ia mengatakan ayahnya merupakan orang yang jujur dan selalu bersikap baik kepada orang lain.
“Ayah selalu membagi sesuatu yang dia punya. Beliau juga sangat penyayang pada keluarga, pemaaf, baik, dan penyabar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenang Sutopo merupakan orang yang luar biasa.
Baca juga: Cuaca Panas Ekstrim di India, Aspal Meleleh, 36 Orang Meninggal
“Beliau menyampaikan banyak hal, bukan hanya tentang kebencanaan. Saya tadi terharu di rumah beliau, ketemu anaknya, saya peluk anaknya. Anaknya berbisik sekarang ayah tidak sakit lagi. Ini suatu bentuk ketabahan yang diturunkan oleh sosok Sutopo kepada keluarganya,” katanya.
Ia mengatakan keseharian Sutopo bukan hanya mengajarkan tentang dedikasi dan sikap profesional terhadap pekerjaan tetapi juga ketabahan. “Bukan hanya kebencanaan tetapi juga menyampaikan pesan bahwa ‘saya sakit, saya bekerja’,” katanya.
Prosesi pemakaman jenazah Sutopo diawali upacara kenegaraan dan adat tradisional. Jenazah Sutopo akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sasonolayu, Siswodipuran atau berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka, Senin (8/7).
Pemakaman dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB. Adik ipar Sutopo, Achmad Jatmiko (50), mengatakan, sebelum jenazah Sutopo dibawa ke peristirahatan terakhir akan dilakukan upacara kenegaraan dan adat tradisional. “Ada upacara kenegaraan dan adat tradisional,” kata Jatmiko ditemui di rumah duka Surodadi RT 007/RW 009, Siswodipuran, Boyolali, Jawa Tengah, Senin.
Alasan Sutopo Dimakamkan di Boyolali Jatmiko menyampaikan, upacara adat tradisional yang dimaksudkan itu adalah brobosan. Upacara ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orangtua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia.
Sutopo meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7), pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB, saat menjalani perawatan terkait kanker paru stadium 4 yang dideritanya sejak awal 2018. Sutopo meninggalkan seorang istri Retno Utami Yulianingsih, dua orang putra, yakni Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho. (lna)

Leave a Reply