JoSS, PARIS – Gelombang panas yang menghantam sebagian besar wilayah Eropa dalam beberapa pekan terakhir mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Rekor suhu terpanas di Paris mencapai 42,7 derajat celsius.
Rekor sebelumnya di Paris tercatat pada tahun 1947, pada suhu 40,4 derajat Celsius saat gelombang panas melanda seluruh penjuru benua tersebut. Udara panas yang bergerak dari kawasan Sahara telah menyebabkan suhu terus meningkat.
Rekor suhu terpanas di Paris tercatat hari Kamis (26/7), dengan suhu mencapai 42,7 derajat Celsius. Rekor sebelumnya di Paris tercatat pada tahun 1947, pada suhu 40,4 derajat Celsius.
Sebelumnya, Pada Juni lalu, di Ibu kota Paris, Perancis mengalami hari terpanas dalam catatannya dengan suhu mencapai 47 derajat Celsius, menyebabkan sistem peringatan suhu panas untuk pertama kalinya mencapai tingkat maksimum, merah.
Seperti dikutip dari VOAIndonesia, Belanda mengalami hari terpanasnya pada hari Kamis (26/7), dengan suhu mencapai 41,7 derajat Celsius. Rekor sebelumnya tercatat hari Rabu (25/7), dengan suhu di atas 40 derajat Celsius di kota Gilze Rijen di dekat perbatasan dengan Belgia.
Baca juga: Suhu Udara di Mekah Capai 50 Derajat Celsius, PPIH Instruksikan Ini
Di Jerman, rekor suhu terpanas juga pecah, dengan suhu mencapai 42,6 derajat Celsius. Rekor sebelumnya tercatat hari Rabu, 40,5 derajat Celsius di Geilenkirchen, juga dekat perbatasan dengan Belgia.
Belgia juga mengalami hari terpanasnya, Kamis, yang mencapai 40,7 derajat Celsius, di kota di bagian barat, Beitem.
Banyak bangunan umum di Eropa tidak memiliki AC. Selain itu, hanya lima persen rumah yang memiliki mesin-mesin pendingin udara, sebut berbagai laporan.
Kereta api di Eropa berhenti beroperasi dan pihak berwenang menyarankan orang-orang untuk mencari tempat yang sejuk.
Di Jerman, Swiss dan Austria, sejumlah komunitas mengecat rel kereta di jalur penting dengan warna putih, dengan harapan warna terang akan menurunkan suhu beberapa derajat. (lna)

Leave a Reply