
JoSS, JAKARTA – Produsen otomotif Toyota Atra Motor (TAM) resmi menarik 96.000 unit Toyota Rush yang telah terjual untuk pasar domestik dan ekspor produksi Desember 2017- Februari 2019. Recall ini merupakan imbas kerusakan airbag.
Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy mengatakan recall ditujukan kepada 96 ribu unit Rush yang telah terjual untuk pasar domestik dan ekspor. Anton menjelaskan dari jumlah tersebut 60 ribu unit di antaranya untuk pasar domestik.
Menurut dia kampanye keselamatan ini karena ada cacat produksi pada bagian komponen ECU airbag. Kantong udara dapat mengembang dalam kondisi tertentu karena program komputer pada ECU tidak sesuai.
“Jadi total semua antara domestik dan ekspor 96 ribu unit (yang bermasalah),” kata Anton, seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Anton memaparkan bahwa komponen kerusakan airbag pada Toyota Rush berbeda dari kasus airbag Takata. Seperti diketahui Toyota pernah menarik kembali berbagai macam produk karena masalah pada inflator airbag yang diproduksi Takata.
“Isu ini (Rush) terkait programming untuk curtain airbag,’ ucapnya.
Baca juga: Jatim Segera Bangun Konektivitas Transportasi di Gerbangkertosusila
Menurut dia program recall untuk Rush sudah berlaku per hari ini Senin (15/7) di seluruh jaringan resmi Toyota di Tanah Air dan mancanegara.
Anton berharap seluruh konsumen Rush yang mobilnya teridentifikasi dapat mengunjungi bengkel resmi Toyota terdekat untuk melakukan perbaikan. Konsumen tidak akan dikenakan biaya.
Rush untuk pasar domestik dan ekspor saat ini diproduksi di pabrik Astra Daihatsu Motor (ADM), sementara untuk pengapalan ke luar negeri komandonya dipegang Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Hal serupa pernah menimpa Honda, dengan recall tambahan melibatkan 17.286 unit Freed dan Jazz yang mengalami kerusakan pada airbag, hal itu diumumkan Honda Prospect Motor (HPM) pada tahun lalu.
Berdasarkan keterangan resmi yang dikirimkan HPM ke media pada Juli 2018, jumlah komponen inflator airbag yang harus diganti sebanyak 591.355 unit. Bila ditambah pengumuman recall baru berarti total jumlahnya 608.641 unit.
Sampai Juli 2018, HPM mencatat sudah memperbaiki inflator airbag pada 294.972 unit milik konsumen. Tingkat keberhasilan diklaim sudah sekitar 50 persen. (lna)

Leave a Reply