HUT Ke 109 Wayang Orang Sriwedari Harapan Baru Memasyarakatkan Seni

Pagelaran HUT wayang orang di Gedung Wayang Orang, Sriwedari, Laweyan, Solo, pada Sabtu (20/7) | Foto: surakarta.go.id

JoSS, SOLO – Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo menyatakan momentum HUT ke-109 Wayang Orang Sriwedari digadang mampu membangkitkan harapan baru untuk semakin memasyarakatkan seni dan budaya kepada masyarakat sebagai salah satu unggulan mencapai Solo Kota Kreatif.

“Semoga di hari ulang tahun ini, wayang orang sriwedari semakin dicintai oleh masyarakat yang ada di Surakarta dan Indonesia pada umumnya. Kami menyambut baik dengan adanya kegiatan-kegiatan setiap tahun diadakan ulang tahun dan kegiatan lainnya, tujuan utama adalah untuk memasyarakatkan kembali seni dan budaya khususnya wayang orang kepada masyarakat,” kata Rudy dalam sambutannya.

Rudy berpesan agar masing-masing kelurahan di Kota Surakarta mau dan mampu mengeluarkan potensi seni dan budaya yang dimiliki. “Dibutuhkan support masyarakat untuk Kota Solo sebagai Kota Kreatif,” jelasnya.

Adapun dalam pagelaran HUT wayang orang di Gedung Wayang Orang, Sriwedari, Laweyan, Solo, pada Sabtu (20/7/2019 ) malam ini didukung oleh seniman-seniman wayang orang berasal dari berbagai komunitas dan instansi seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, SMK Negeri 8 Surakarta, Wayang Orang RRI, Sanggar Swargaloka Jakarta, serta beberapa seniman dari daerah Sragen.

Wayang Orang Sriwedari telah memasuki usia 109 tahun pada tahun 2019. Kali ini lakon yang ditampilkan adalah Mahabharata Adirata di dalamnya mengisahkan perjuangan Pandhawa memenangkan perang Baratayuda.

Baca juga: Nekad Parkir di Rel Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Bakal Digembok Petugas

Menurut Agus Prasetyo, Koordinator Wayang Orang Sriwedari mengatakan tahun ini akan menghadirkan perayaan akbar.

“Pementasan ini diharapkan bisa menggugah semangat dan sebagai dukungan moral untuk pemerintah kota untuk melakukan pembangunan GWO,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Sutradara pementasan Billy Aldi Kusuma menceritakan lakon Mahabartha Adirtha tidak merujuk pada episode tertentu. Mahabaratha berceritakan tentang perjalanan pandhawa ketika melakukan tindakan yang baik dalam kehidupannya.

Pentas tersebut tidak mengangkat salah satu tokoh yang gugur dalam batarayudha tetapi menampilkan tokoh yang ada kaitannya dengan perjalanan pandhawa.

“Cerita bukan kemenangan pandawa dalam menyelesaikan batarayudha tapi kisah oandhawa menjalani hidup dengan ikhlas menjalani pahitnya hidup,” tutur Billy.

Dalam pementasan tersebut menampilkan tradisi yang bisa menjawab tantangan zaman. Menunjukan bagaimana pertunjukan wayang orang bisa dinikmati oleh khalayak muda tapi tetap dengan penuh nilai-nilai. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*