Dua Turis di Spanyol Diseruduk Banteng

JoSS, SPANYOL – Dua warga Amerika Serikat dan satu warga setempat yang tengah menyaksikan Balap Lari Banteng (Festival San Fermin) di Kota Pamplona, Spanyol terluka parah akibat diseruduk banteng pada Minggu (7/7).

Seperti dilansir AFP, Senin (8/7), dua warga Amerika Serikat yang terluka akibat ditanduk banteng itu masing-masing berusia 46 dan 23 tahun. Salah satunya mengalami luka serius di leher.

Sedangkan seorang lainnya mengalami luka di pinggul. Tiga korban lain yang merupakan warga Spanyol berusia antara 18 sampai 38 tahun juga mengalami luka-luka.

Festival itu dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat. Panitia akan melepas enam banteng untuk melintasi wilayah kota tua yang jalannya sempit sampai arena matador.

Sedangkan sejumlah orang dengan pakaian wajib putih-putih dan mengenakan syal merah akan berusaha berlari di depan mereka. Badan Palang Merah setempat sudah memperingatkan kegiatan itu sangat berbahaya.

Baca juga: Jepang Mulai Jual Potongan Daging Paus Minke, Harganya Selangit

Selain sifat banteng yang buas, jumlah peserta juga terlampau banyak. Padahal jalan yang dilalui sangat sempit.

Pada sore harinya digelar aksi matador hingga banteng-banteng itu meninggal satu persatu. Kemudian dilanjutkan minum anggur dan minuman keras.

Festival yang selalu digelar pada musim panas ini memang menjadi tradisi di Spanyol. Kegiatan itu juga membetot perhatian turis dari mancanegara.

Mereka yang boleh mengikuti kegiatan Lari Banteng berusia minimum 18 tahun. Sejak digelar pada 1911, sudah 16 orang meninggal dan 300 orang terluka dalam acara itu. Yang terakhir terjadi pada 2009 silam.

Festival serupa tahun lalu juga memakan korban cecara total sebanyak lima orang terluka saat mengikuti festival pada 2018.

Korban terluka mulai berjatuhan sejak menit ke-dua setelah enam ekor banteng-banteng liar sengaja dilepaskan untuk mengejar peserta. Empat korban dinyatakan terluka ringan, sementara seorang korban dinyatakan terluka parah di bagian tangan.

Setelah dilepaskan di tengah kota, banteng-banteng liar diarahkan menuju stadion untuk berhadapan dengan sang matador yang bakal menebas nyawa mereka.

Setiap tahunnya aktivis pecinta hewan seperti People for the Ethical Treatment of Animals, PETA, dan Spanish group Animal Naturalis menggelar aksi protes menuntut disudahinya festival sarat darah ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*