6.645 Lowongan Kerja di Job Fair Jogja, Mulai Lulusan SD

JoSS, JOGJA – Sebanyak 6.645 lowongan kerja dibuka di Job Fair yang diadakan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Jogja. Klasifikasi pendidikan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini mulasi dari lulusan SD hingga Perguruan tinggi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Jogja, Lucy Irawati, mengatakan Job Fair ini mulai dibuka pada Rabu (10/7) sampai Jumat (12/7/2019) di LPP Jogja, Jalan Urip Sumoharjo.

Pihaknya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat pencari kerja dengan menggelar Job Fairyang akan diikuti oleh 46 perusahaan, dengan lowongan pekerjaan sebanyak 6.645. “Berbagai klasifikasi pendidikan, dari SD sampai perguruan tinggi,” katanya.

Dalam Job Fair ini akan dilaunching aplikasi sistem pendaftaran dan pelatihan online yang bisa diakses melalui Jogja Smart Cervice (JSS). Maka diharapkan para pencari kerja di Job Fair nanti sebelumnya sudah registrasi dulu di JSS.

Baca juga: Jepang Butuhkan Tenaga Perawat, Gaji Rp20 Juta/Bulan, Minat?

Lucy mengungkapkan, berdasarkan data permintaan kartu kuning, pada 2018 Kota Jogja memiliki 1.832 pencari kerja. Lalu untuk jumlah pengangguran 2018 sebanyak 4.278, dan pada pertengahan 2019 ini sebanyak 3.104. “Didominasi lulusan SMA-SMK,” katanya, seperti dikutip dari HarianJogja, Minggu (7/7).

Kabid Pengembangan Tenaga Kerja, Lusi Ningsih, mengatakan dalam Job Fair ini juga akan dilakukan pelayanan kartu kuning. Sementara pelayanan kartu kuning di kantor pada hari itu juga akan dialihkan ke LPP. “Di kantor tetap ada, tapi kami mengalihkan kepengurusannya di LPP,” kata dia.

Informasi seputar lowongan pekerjaan, posisi, persyaratan dan perusahaan dalam Job Fair ini juga dapat diakses melalui JSS. “Agar kita lebih mudah melakukan analisis seberapa besar peran warga yang aktif mengikuti dan berapa yang luar Jogja,” katanya.

Beberapa perusahaan yang mengikuti Job Fair ini diantaranya OPPO, Indomart, Matahari, Sidomuncul, Sleman City Mall, toko cat dan lainnya. Adapun posisi yang ditawarkan bermacam-macam, seperti apoteker, pramuniaga, kasir dan lainnya. “Perbandingannya 50:50 antara yang mahasiswa dan non mahasiswa,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*