Terminal Bus Giwangan Bakal Dibikin Seperti Bandara

Terminal Bus Giwangan Jogja | Foto: google

JoSS, JOGJA –  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan minat pengguna angkutan umum terus meningkat berkat dukungan infrastruktur jalan yang terus dibenahi. Untuk itu, bangunan terminal bus juga harus dibuat nyaman bagi masyarakat layaknya kenyamanan bandara.

Dia menambahkan selama arus mudik dan balik Lebaran 2019, penumpang di Terminal Tipe A Giwangan tembus hingga 452.330 orang.

Data Dishub menunjukkan total armada yang beroperasi sebanyak 18.883 untuk keberangkatan dengan 245.495 penumpang. Sedangkan pada kedatangan sebanyak 18.748 armada dan 206.835 penumpang. Total armada yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran sebanyak 37.631 unit.

Jumlah ini menunjukkan semakin tingginya minat pengguna jasa angkutan umum. Terutama pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Terhubungnya tol Jakarta-Surabaya membuat animo masyarakat sangat tinggi bepergian menggunakan angkutan umum, dalam hal ini bus AKAP maupun AKDP.

“Kami akan membuat terminal setara dengan bandara untuk kenyamanan penumpang,” katanya, seperti dikutip dari Sindonews.com, Senin (17/6).

Di sisi lain Kemenhub juga terus melakukan revitalisasi. Mulai revitalisasi angkutan bus hingga meningkatkan pelayanan sarana prasarana termasuk pembenahan terminal.

Baca juga: Tol Solo-Jogja dan Jogja Bawen Dimungkinkan Tersambung

Untuk angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) disiapkan area seluas 5.176,44 meter persegi. Sedangkan untuk angkota dan angkodes seluas 1.330 meter persegi. “Ini bukti bahwa perhatian pemerintah terhadap pengguna jasa dan pelayanan terus ditingkatkan. Pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menhub menambahkan, sesuai dengan implementasi UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka telah dilakukan proses alih kelola P3D Terminal Penumpang Tipe A dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

“Dari 144 Terminal Penumpang Tipe A, sebanyak 128 Terminal yang diajukan untuk proses serah terima. Selanjutnya dari 128 terminal, sebanyak 106 Terminal sudah Berita Acara Serah Terima (BAST) dan 22 masih dalam proses,” tuturnya.

Dari 106 Terminal yang sudah BAST terdapat 38 Terminal Penumpang Tipe A yang sudah menyelesaikan proses alih kelola P3D nya. Sebagai tindak lanjut dari proses alih kelola, maka terhadap 38 Terminal Penumpang Tipe A yang ada, Kemenhub selaku pengelola Terminal Penumpang Tipe A akan melaksanakan program baru.

“Yakni Program Aksi Perbaikan Prasarana Angkutan Massal Berbasis Jalan dengan pada merehabilitasi 38 Terminal Penumpang Tipe A pada Tahun Anggaran 2020 dengan rencana total anggaran senilai Rp1,2 triliun,” urainya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*