JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mengusung ‘Pop Culture of Java’ dalam mengembangkan potensi industri kreatif daerah dengan mengoptimalkan warisan budaya dari berbagai negara dan daerah serta bangunan bersejarah.
Istilah ‘Pop Culture of Java’ muncul saat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi diminta Bekraf RI untuk memaparkan terkait pengembangan industri kreatif di kota yang dipimpinnya.
Dalam paparannya, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menyebutkan bahwa pengembangan Kota Semarang tidak bisa disamakan dengan Solo atau Yogya. Pasalnya, sebagai bagian dari kawasan Joglosemar, Kota Semarang tidak punya warisan budaya asli yang kuat seperti Yogya atau Solo.
“Maka dari itu, kami mencoba keluar dari pakem dengan merangsang scenePop Culture di Kota Semarang, antara lain terlihat dalam Kampung Pelangi, Semarang Bridge Fountain, juga pengembangan Kampung Batik,” papar Hendi dalam agenda penilaian Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia 2019 di Alila Hotel, Jakarta, belum lama ini.
Dia menambahkan tantangan Pop Culture sendiri adalah terkait kepekaan dalam melihat sekeliling, mengembangkan potensi yang ada, merevitalisasi dan memoles sesuai dengan kebutuhan milenial yang kekinian.
“Yang kami upayakan melalui konsep pembangunan bergerak bersama baik masyarakat, investor dan pemerintah. Jadi semua terlibat,” tegasnya.
Hal itu diapresiasi oleh Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia Ricky Joseph Pesik mengaku senang melihat strategi pengembangan Kota Semarang. Menurutnya, Semarang, sebagai ibu kota Jawa Tengah, sukses menemukan posisi yang strategis dalam mengambil pasar industri kreatif.
“Saya kira baru Kota Semarang di Indonesia ini yang berani mengatakan sebagai Pop Culture of Java, dan ini benar-benar orisinal,” puji pria yang juga merupakan praktisi periklanan Indonesia tersebut dalam keterangan tertulis, Selasa (18/6).
Dia menambahkan ada pemahaman yang menarik dalam menentukan positioning, karena pesisir, karena tidak punya budaya asli yang kuat, karena masyarakatnya beragam, lalu memilih Pop Culture. “Pemilihan konsep ini sangat menarik,” imbuhnya.
Adapun Kota Semarang merupakan 1 dari 10 nominasi penilaian Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia yang ditetapkan oleh Bekraf RI. Masuknya Kota Semarang sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia menjadi lompatan besar bagi Kota Semarang di tahun ini. (lna)

Leave a Reply