Agen Pariwisata Jogja Diundang Ke Madagaskar

JoSS, SEMARANG – Kantor Nasional Pariwisata Madagaskar mengundang empat agen pariwisata dari Indonesia, salah satunya agen pariwisata yang mewakili Jogja. Hal itu diharapkan memuluskan jalan promosi wisata Indonesia ke negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dalam siaran persnya, mengungkapkan langkah tersebut dalam rangka mendorong promosi dan kerjasama antaragen pariwisata Madagaskar dan Indonesia.

Dalam keterangan tersebut dijelaskan Kantor Nasional Pariwisata Madagaskar mengundang pengelola agen perjalanan di Indonesia yang diwakili oleh empat perisahaan tour operator yakni Jakarta, Jogja, Bali dan Lombok.

Baca juga: Pantai Samas-Parangtritis Disiapkan Jadi KEK Pariwisata

“ONTM [Kantor Nasional Pariwisata Madagaskan] telah mengundang tour operator Indonesia yang dihadiri oleh empat tour operator industri mewakili Jogja, Bali, Jakarta, dan Lombok,” demikian tertulis dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri yang dirilis Jumat (21/6).

Kemlu menuliskan, tour operator yang diundang tersebut juga melakukan pertemuan business to business atau private to private.

Selain itu, mereka juga memiliki kesempatan untuk melihat pariwisata yang menjadi andalan Madagaskar, yakni pohon Baobab, binatang Lemuar, serta kemiripan kehidupan tradisional penduduk Malagasy dengan Indonesia.

Dalam kesempatan itu juga, masih dalam siaran pers Kemlu, Indonesia melakukan konferensi mengenai perkembangan promosi pariwisata di Indonesia yang dihadiri oleh swasta dan para pemangku kepentingan bidang pariwisata dari Madagaskar.

Untuk diketahui, hubungan bilateral Indonesia dengan Madagaskar tergolong unik karena adanya hubungan psikologis-historis antara kedua suku bangsa.

Suku terbesar di Madagaskar yaitu suku Imerina yang bermukim di wilayah Antananarivo adalah keturunan dari bangsa Polinesia bagian Indonesia (yang melakukan migrasi ke Madagaskar pada abad ke-5 masehi).

Bahasa madagaskar merupakan salah satu rumpun bahasa Melayu Polinesia, bahkan sangat mirip dengan bahasa suku Manyan (salah satu suku dayak di Kalimantan Barat)

Pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Madagaskar sendiri telah mulai dibicarakan pada pertemuan antara Menlu RI Adam Malik dengan Menlu RM Bemananjara pada berbagai kesempatan pada tahun 1974-1975. Pemri memutuskan untuk sementara tingkat kepala perwakilan di KBRI Antananarivo adalah setingkat Kuasa Usaha Tetap (KUTAP). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*