Pengemis di Semarang Rata-rata Berasal dari Luar Kota

JoSS, SEMARANG – Pengemis yang terjaring dalam operasi pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) yang dilakukan Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Kota Semarang rata-rata orang luar kota.

Hal itu diungkapkan Koordinator TPD, Dwi Supratiwi setelah pihaknya melakukan razia PGOT menjelang lebaran 2019 ini.

Dwi Supratiwi mengatakan pihaknya telah meakukan interogasi untuk mengungkap berbagai motif dan latar belakang para peminta-minta. Ternyata, banyak dari mereka yang berasal dari luar Kota Semarang.

Tiwi kemudian membeberkan identitas beberapa dari mereka. Salah satunya Semi (62) (nama samaran), yang terjaring razia saat mengemis di traffic light Depok. Meskipun kini tinggal di Semarang, Semi adalah warga Kaligentong Kulon, Kecamatan Ampel, Boyolali.

“Saat dirazia, didapati uang Rp 54.500, sebuah KTP, kartu Puskesmas, gunting, pemotong kuku, kain jarik, dan tas coklat,” jelasnya saat memberikan keterangan pers, belum lama ini, seperti dikutip Jatengtoday.com.

Ada pula AF (53) yang mengaku baru dua hari meminta-minta lantaran tidak memiliki saudara di Semarang. Saat digeledah ia membawa uang sebesar Rp 105.000, perlengkapan mandi, dan sebuah gunting. Setelah diselidiki, ternyata alamat rumahnya di Kelurahan Bekasi Raya, Bekasi Timur.

Baca juga: Kepergok Satpol PP, Pengemis Tua ini Miliki Mobil Pribadi

Selain itu ada pria berinisial Pn (50) yang mengaku berasal dari Marangan, Kecamatan Gimbung, Klaten. Ketika diperiksa, ia membawa uang sebesar Rp 190.000 hasil dari mengharap belas kasihan orang. Saat ini ia hidup bersama istrinya di rumah kontrakan yang ada di Karangroto, Genuk.

Ada juga Anto (47). Ia tak memiliki kartu identitas yang jelas. Saat dimintai keterangan ia mengaku berasal dari Jawa Barat. “Katanya dari Depok, tepatnya beralamat di Kukusan, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat,” sebutnya.

Tak berbeda dengan Suliyah (65). Dia berasal dari Ngauran, Tegal Arum, Mranggen, Kabupaten Demak. Terjaring patrroli di traffic light Peterongan. Saat diperiksa barang bawaaanya, ia membawa uang senilai Rp 206.200. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*