Pembangunan Bandara Jenderal Sudirman Dipercepat

JoSS, PURBALINGGA – Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin mengatakan Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman atau Bandara Wirasaba di Kabupaten Purbalingga mulai dibangun pada Juni mendatang.

Dia menambahkan, dengan lama pembangunan diperkirakan 12 bulan, maka badara ini akan mulai dioperasikan pada 2020. Keberadaan bandara ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di daerah setempat dan sekitarnya.

Awaludin menuturkan tadinya bandara ini akan dibangun dalam jangka waktu 16 bulan, namun Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta pembangunannya dipercepat jadi hanya 12 bulan.

“Ground breaking Bandara Panglima BesarJenderal Besar Soedirman atau Bandara Wirasaba akan dilakukan Juni bulan depan atau setelah lebaran 1440 Hijriah dan pembangunannya ditarget selesai dalam 12 bulan,” katanya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, belum lama ini.

Ia mengaku mendapat tugas utama dari Menteri BUMN Rini Soemarno agar mempercepat dalam pembangunan bandara yang bakal jadi andalan warga sekitaran Banyumas tersebut.

Oleh karena itu, setelah “land clearance” pada 11 Mei 2019, Menteri BUMN meminta dua hal agar dilakukan percepatan pengadaan lahan dan analisa mengenai dampak lingkungan.

Baca juga: Jelang Arus Mudik Jumlah Penumpang di Bandara Juanda Justru Turun

“Penyediaan lahan dari Pemda, harganya sudah melambung tinggi. Izin amdal, Minggu ketiga Juni 2019 akan bertemu dengan tim supervisi amdal di Pemprov Jateng. Untuk dasar induk bandara, agar semua ideal, jangan sampai ada tuntutan hukum atau tuntutan dari masyarakat, maka amdal harus beres dan sidang amdal sudah selesai saat ini tinggal putusan pada Juni mendatang,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini telah dilakukan pengukuran tanah dan pengosongan lahan yakni ada lima hektare lahan tebu.

Rencananya pada tahap pertama, Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman dapat melayani penerbangan dengan pesawat ATR 72-600 dan sejenisnya, sedangkan kapasitas parkir pesawat dirancang untuk tiga unit pesawat ATR 72.

“Untuk pembangunan ‘runway’ akan dilakukan 1.600 meter sebagai prioritas utama, Juni 2019 proses konstruksi, sedangkan untuk desain akan dirancang semi modern dan tradisional,” katanya.

Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman akan memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter, dimana panjang “runway” saat ini masih berupa rumput sepanjang 850 meter. Panjang landasan pacu bandara akan ditambah di tahap kedua sehingga sepanjang 2.500 meter beserta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pada mudik lebaran tahun depan bandara tersebut sudah bisa beroperasi. “Dengan perencanaan tersebut, diasumsikan pergerakan penumpang bisa mencapai 1 juta per tahun dan harapannya tahun depan sudah ada pesawat ‘landing’ di Purbalingga.

Dengan adanya pembangunan Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman tersebut, Ganjar menyebut Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman merupakan satu dari empat bandara yang jadi prioritas utama untuk dikembangkan.

“Saya sih bermimipinya mengawal pembangunan empat bandara di Jawa Tengah. Kalau ini semua selesai, ekonomi bakal terdongkrak dan kemajuan lainnya akan menyusul,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*