Menhub Bakal Tambah Trayek Bus Tol Trans Jawa

Bus tol trans jawa | Foto: google

JoSS,  JAKARTA – Kementerian Perhubungan meyakini peluncuran bus antarkota antar provinsi (AKAP) tol Trans Jawa akan menjadi momentum kebangkitan angkutan jalan. Untuk itu rencananya pihaknya akan menambah trayek tidak hanya melayani Jakarta – Surabaya.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani mengatakan guna menjaga waktu tempuh, rencananya juga dibangun halte atau shelterdi dekat pintu tol untuk menurunkan penumpang.

“Ke depan, kami akan menambah trayek-trayek baru yang memungkinkan untuk dilaksanakan seperti yang pertama ini, trayek Jakarta–Surabaya,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis.com.

Dia mencontohkan, pihaknya akan menambah trayek Jakarta–Probolinggo serta Jakarta–Malang yang juga melewati tol tanpa keluar sama sekali. Dia meyakini trayek Jakarta– Malang sebagai trayek potensial.

Dia juga membuka kemungkinan ada trayek-trayek yang lebih pendek. “Harapannya mobilitas masyarakat makin tinggi ujungnya ekonomi masyarakat akan bergulir dengan cepat,” tambahnya.

Dia menerangkan, beberapa trayek lain sudah menggunakan tol Trans-Jawa secara penuh, seperti trayek yang menuju Wonogiri dan Semarang,. Trayek-trayek itu dapat dipastikan tidak keluar tol sama sekali hingga sampai ke kota tujuan.

Baca juga: Pemudik Jalur Darat Diprediksi Naik Hingga 30%

Ahmad Yani menjelaskan, pihaknya membuka penambahan perusahaan otobus (PO) operator bus Tol Trans-Jawa ini begitu dengan jumlah armadanya.

“Pasti lihat pasar, kalau 36 armada ini load factor-nya sudah di atas 70% kendaraannya bisa ditambah kalau kurang dari itu sayang, nanti ada perusahaan yang secara operasional tidak bisa menutupi,” ungkapnya.

Dia mengakui ada 12 PO yang sebelumnya tertarik menjajal proyek pemerintah ini, tetapi yang siap sebelum Lebaran baru 8 PO, sehingga dia tidak menutup kemungkinan adanya PO baru yang tertarik dengan trayek baru ini.

Dia menuturkan, menyiasati tidak dapat digunakannya rest area sebagai terminal karena kendala aturan Kementerian PUPR, pihaknya tengah merancang shelter atau halte di luar terminal dekat dengan pintu keluar tol di kota-kota transit.

“Kita bangunkan shelter lalu diangkut dengan feeder moda lain. [Titik pembangunannya] kita evaluasi dulu penumpang paling besar di mana turunnya, shelter-nya bagus menarik dengan merchant yang bagus,” terangnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*