
JoSS, BANDUNG – Warga Cililin, Kabupaten Bandung Barat yang terdampak bencana tanah longsor, mengeluhkan minimnya persediaan air bersih. Lantaran pipa air bersih untuk warga terputus akibat diterjang longsor di sejumlah titik daerah itu.
“Susah. Mau wudu atau minum saja tidak bisa, boro-boro untuk mandi,” ujar Imam Rovii (50), warga terdampak longsor di RW 6, Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Cililin, seperti yang dilansir dari detiknews.com, Rabu (15/5).
Oleh sebab itu, warga berupaya menampung air hujan dengan menggunakan ember seadanya untuk memenuhi kebutuhan dapur dan MCK. “Saya ingat untuk sahur saja kemarin, satu gelas diminum oleh tiga orang,” ujar Imam.
Kepala Dusun 4 Cicapeu, Ipin Setiawan, mengungkapkan tidak tersedianya air juga terjadi di Kampung Cihanjuang yang berada di perbatasan Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. “Selain itu juga bantuan logistik makanan untuk warga juga masih kurang,” ujarnya.
Baca juga: Perbaikan Jalur Mudik Cileunyi-Nagreg Ditarget Rampung H-20 Lebaran
Kendati begitu, dia menjelaskan, sebagian warga mulai menyambung kembali saluran air. Ia pun telah mendesak pemerintah desa untuk memulihkan kembali distribusi air bagi warga.
“Saya juga sudah bicara dengan BPBD KBB, kemarin dari BPD minta lima rol selang air, mudah-mudahan segera diwujudkan karena air ini kan sangat vital,” ucap Ipin.
Selain masalah air bersih, menurut dia, pasokan makanan darurat bagi warga yang terdampak bencana sempat mengalami kekurangan. “Untuk sahur juga, satu bungkus mi instan dari BPBD dibagi dua,” kata Ipin.
Sementara itu BPBD KBB mendata, akibat terjadinya bencana longsor, sedikitnya delapan rumah masuk dalam kategori rusak berat, 13 rumah rusak sedang dan 33 rumah lainnya rusak ringan, dua sepeda motor tertimbun.
Longsor juga mengakibatkan satu masjid rusak berat dan 166 jiwa mengungsi. Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, intensitas hujan yang tinggi yang terjadi pada malam hari menjadi pemicu bencana tanah longsor. (nug/lna)

Leave a Reply