Konon Masjid Sekayu Lebih Tua dari Masjid Agung Demak

Jalan menuju masjid Taqwa di Kelurahan Sekayu Semarang | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Sepintas masjid Taqwa di Kelurahan Sekayu Semarang itu tak berbeda dengan masjid lainnya. Namun, siapa sangka jika masjid yang terletak tak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan Mal Paragon itu memiliki catatan sejarah yang panjang.

Bahkan, konon masjid itu merupakan salah satu masjid tertua di Kota Semarang, bahkan di Jawa Tengah (Jateng).

Ketua Takmir Masjid Taqwa Sekayu, Ahmad Arief, menuturkan konon Masjid Sekayu memang merupakan masjid tertua di Semarang. Berdasar catatan sejarah yang ia peroleh, masjid itu dibangun pada tahun 1413 atau 66 tahun lebih awal dibanding Masjid Agung Demak.

“Masjid ini dulu dibangun oleh Kiai Kamal. Konon, Kiai Kamal merupakan murid Sunan Gunung Jati,” ujar Arief seperti dikutip Solopos.com.

Saat itu, Kiai Kamal diperintahkan Walisanga mencari kayu jati yang akan digunakan untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

Baca juga: Masjid Agung Kauman Bakal Dibangun Jadi 8 Lantai

Kayu-kayu jati itu pun dikumpulkan di wilayah yang saat ini dikenal sebagai Sekayu. Kayu-kayu itu lantas dikirim melalui kapal-kapal dari Sungai Semarang yang terletak di pinggir Kampung Sekayu.

Namun, apakah benar Masjid Sekayu merupakan masjid tertua di Semarang, bahkan di Jateng masih perlu dilakukan penelitian sejarah lebih lanjut. Arief mengaku penelitian itu memang pernah dilakukan oleh beberapa ahli.

Bahkan, dirinya sempat didatangi seorang peneliti dari Afrika Selatan terkait asal usul atau catatan sejarah masjid yang telah mengalami renovasi beberapa kali itu.

Kendati demikian, Arief mengaku meski telah banyak dilakukan perubahan masih ada beberapa bukti sejarah yang dipertahankan di masjid tersebut. Salah satunya yakni empat saka yang terbuat dari kayu jati berdiameter cukup besar yang menyangga mustaka masjid.

Empat kayu saka itu terdapat di dalam masjid dan berada di ruang salat kaum lelaki. Sementara mustaka yang konon juga peninggalan para wali juga masih ada di puncak masjid. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*