JoSS, UKRAINA – Komedian Volodymyr Zelensky resmi dilantik sebagai Presiden Ukraina pada Senin (20/5) waktu setempat. Meski tidak memiliki pengalaman politik, namun pria yang terkenal dengan aksi kocaknya di layar kaca itu berhasil mengalahkan presiden petahana Petro Poroshenko dalam Pemilu yang digelar pada bulan lalu.
Dilansir dari BBC, Senin (20/5), Zelensky berjanji bakal memberantas korupsi dan mengakhiri perang dengan para pemberontak yang didukung Rusia. Dia sukses meraih lebih dari 70% suara.
Kemenangan Zelensky menjadi perhatian tersendiri bagi warga internasional karena dia sebelumnya memerankan karakter Presiden Ukraina dalam sebuah drama berjudul “Servant of the People”. Dalam drama itu, dia menjadi seorang guru yang secara tiba-tiba terpilih sebagai presiden setelah uneg-unegnya tentang korupsi yang disampaikan di media sosial viral.
Namun, selain soal korupsi, kebijakan Zelensky lainnya masih belum disampaikan dengan detail. Adapun tantangan besar lainnya yang harus diselesaikan adalah mengakhiri konflik di timur Ukraina, yang pecah sejak aneksasi Rusia atas Krimea pada 2014.
Dalam kampanyenya, Zelensky mengatakan dirinya ingin memperbarui hubungan antara pemerintah dengan bagian timur Ukraina dan memulai suatu “perang informasi yang kuat untuk mengakhiri konflik”.
Baca juga: Presiden Mesir Resmikan Gereja dan Masjid Terbesar di Timur Tengah
Walaupun tidak mempunyai pengalaman politik, tapi dia sempat menjadi seorang pengacara. Akun Instagram-nya diikuti oleh 4,2 juta akun.
Seperti diketahui, Komedian Volodymyr Zelensky memenangkan pemilihan presiden Ukraina dengan mengalahkan Presiden Petro Poroshenko dengan raihan 73,2% suara melawan 25,3%, menurut hasil exit poll atau jajak pendapat usai pemilihan.
Poroshenko mengakui kekalahan pada satu konferensi pers setelah jajak pendapat diumumkan. Dia mengatakan siap membantu presiden baru mempersiapkan peran menjelang pengumuman resmi hasil pemilihan dan pelantikannya.
“Bulan depan, saya akan meninggalkan kantor kepala negara dan ini adalah keputusan mayoritas orang Ukraina. Saya menerima keputusan ini, tetapi saya ingin menegaskan bahwa saya tidak meninggalkan politik. Saya akan berjuang untuk Ukraina, “katanya sebagimana dikutip Reuters, pada Senin (22/4) lalu.
“Tim saya dan saya siap mendukung presiden dalam segala hal yang membuat Ukraina dekat dengan Eropa dan NATO. Saya siap untuk menghabiskan waktu tanpa batas untuk membantu presiden baru mempercepat proses tersebut,” kata Poroshenko. (lna)

Leave a Reply