
JoSS, SOLO – Taman Bendung Tirtonadi sisi utara yang juga dikenal dengan Bendungan Gilimanuk karena berada di perbatasan Gilingan-Manahan-Nusukan ditutup karena ada kerusakan dan sedang dalam proses perbaikan.
Hal itu sangat disayangkan, apalagi saat ini mendekati masa libur Lebaran 2019 sehingga diperkirakan banyak warga yang ingin berekreasi di taman itu.
Taman ini sempat viral di media sosial (medsos) karena tampilannya yang mirip ruang publik di Eropa.
“Dulu saat selesai dibangun dan dibuka untuk umum ramai sekali. Tapi beberapa waktu terakhir ditutup karena rusak dan membahayakan kalau ada pengunjung. Yah, sayang saja sih taman sebagus itu malah tutup saat libur Lebaran,” ujar warga Nusukan, Dwi Ardi, belum lama ini, seperti dikutip Solopos.com.
Penutupan Taman Bendung Tirtonadi sisi utara juga berdampak terhadap puluhan warga Minapadi, Nusukan, yang dulu berjualan di pinggir taman itu. Mereka tak bisa lagi berjualan dan mendapatkan pemasukan tambahan mendekati Lebaran.
Baca juga: Hampir Rampung, Terminal Bandara Solo Beroperasi Juni
Padahal saat taman itu dibuka untuk umum cukup banyak warga sekitar yang menjajal peruntungan dengan berjualan aneka makanan, minuman, dan cemilan. Pada Minggu pagi masyarakat membeludak tak tertampung di area taman.
Keberadaan ruang-ruang publik baru yang aman, nyaman, dan menarik sangat penting di Kota Solo. Apalagi saat para perantau pulang kembali ke Kota Bengawan.
Diberitakan sebelumya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, sempat meminta agar Taman Bendung Tirtonadi segera diserahkan kepada Pemkot Solo. Tujuan agar Pemkot bisa mengelola secara penuh Taman Bendung Tirtonadi.
Tapi selang beberapa pekan setelah pernyataan Rudy itu justru terjadi kerusakan di Taman Bendung Tirtonadi sisi utara. Sebagian taman ambles dan rawan longsor. Akhirnya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) selaku penanggung jawab proyek itu menutup sementara taman untuk diperbaiki. (Wiek/lna)

Leave a Reply