Hendi: Ibu-ibu Jangan Kalap Kalau Belanja Untuk Lebaran

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi | Foto: gesuri

JoSS, SEMARANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktifitas masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran meningkat tajam. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berpesan untuk semua masyarakat untuk bijak dalam membelanjakan keuangan.

Hal itu menurutnya penting, karena terkait kenaikan harga yang kerap terjadi jelang lebaran. Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk tidak kalap saat berbelanja.

“Ibu-ibu jangan kalap dan nafsu saat belanja. Artinya kalau mahal ya jangan dibeli. Kalau ayam mahal bisa pakai bahan makanan pengganti seperti telur, tempe, atau tahu,” ujarnya, saat menghadiri acara silaturahmi safari Ramadhan MUI di Masjid Al-Mufidah Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur.

Meski demikian, dia mengatakan pemerintah telah membentuk Satgas Pangan yang terdiri dari Kementrian Perdagangan dari tingkat pusat, provinsi, dan kota untuk selalu mengecek harga pasar. Sehingga harga kebutuhan pokok masih terkontrol stabil.

“Seperti yang terjadi pada bawang putih dan cabe merah yang harganya sempat melonjak, kemudian dari satgas pangan melakukan pengendalian harga dengan memasok sekian ton bahan makanan tersebut agar harga stabil,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (29/5).

Baca juga: Pemkot Dorong Pembangunan Tol Semarang-Demak Jadi Proyek Strategis

Hendi juga meminta warganya untuk menyambut baik para pemudik yang melintasi Semarang atau tengah berkunjung ke Semarang. Dia meminta masyarakat menjaga kondusifitas yang aman dan tenteram di wilayahnya masing-masing.

“Setiap tahun lebaran dan setiap tahun juga mudik yang mana sangat dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia. Di negara Arab, Malaysia, dan negara yang populasi muslimnya besar juga tidak ada mudik. Mudik cuma ada di Indonesia. Untuk itu, mari kita citpakan suasana yang harmonis,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, tidak lupa Hendi menitipkan pesan kepada warga masyarakat yang akan mudik ke kota lain agar memperhatikan kondisi rumah.

“Bisa dititipkan ke tetangga, cek lampu, listrik, dan sakelar, cek kompor gas dan yang tidak mudik tetap melakukan ronda agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*