Hati-hati, Puluhan Titik Perlintasan di Tulungagung Tanpa Palang Pintu

JoSS, TULUNGAGUNG – Sebanyak 46 titik perlintasan KA di Tulungagung tanpa palang pintu. Sementara dari jumlah tersebut, 23 di antaranya adalah perlintasan liar.

“Untuk perlintasan resmi yang tidak ada penjaganya ada 23 titik, dengan rincian 19 titik sudah dilengkapi dengan EWS (Early Warning System),” kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, seperti yang dilansir dari detiknews.com, Rabu (8/5).

Pada titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan penjaga, warga diminta untuk lebih berhati-hati dan melihat situasi terlebih dahulu dari kedua arah. Guna memastikan ada atau tidaknya kereta yang akan melintas.

“Jadi, tengok ke kanan dan ke kiri itu wajib dilakukan saat akan melintas. Biasa kecelakaan di perlintasan karena kurang waspadanya pengendara,” ujarnya.

Sedangkan terkait puluhan titik perlintasan KA liar, PT KAI mengaku telah berupaya dengan melakukan sosialisasi dan penutupan secara bertahap. Dari data di Daop 7 Madiun, selama tahun 2017-2018 seluruh perlintasan liar tersebut telah ditutup.

Baca juga: Menhub Kaji Penambahan Rute Kereta Bandara Solo ke Sragen Hingga Klaten

“Kalau dari PT KAI penutupannya itu sudah lama dengan pemberitahuan melalui surat dan sosialisasi. Jika masih baru ya langsung kami luruskan batu kricaknya agar tidak dilalui lagi,” ujarnya.

Pihaknya mengakui, problem perlintasan liar masih terus terjadi. Bahkan tidak menutup kemungkinan perlintasan yang sudah ditutup kembali dibuka oleh warga sekitar.

“Sebetulnya kalau masalah perlintasan kereta pada jalur kereta api bukan hanya tugas dari PT KAI saja, tapi pemerintah daerah juga harus ikut turun tangan, karena di Undang undang sudah jelas,” tambahnya.

Pihaknya mengakui risiko kecelakaan pada perlintasan liar cukup tinggi, apalagi bagi pengguna jalan yang tidak biasa melintasi jalur tersebut.

“Kalau orang sekitar mungkin jarang yang sampai tertemper kereta api karena hafal jadwalnya, tapi kalau orang lain. Pada tahun ini saja kalau tidak salah sudah enam kali kecelakaan di jalur KA, di Tulungagung,” katanya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*