Gubernur Jatim Janji Normalisasi Kali Lamong Sepanjang 10 Kilometer

Kali Lamong meluap | Foto: surya

JoSS, GRESIK – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berjanji akan menormalisasi Kali Lamong. Normalisasi ini dilakukan sepanjang 10 kilometer dari kota Surabaya hingga Kabupaten Gresik, agar tidak mengakibatkan banjir.

Selama sepekan terakhir Kali Lamong kembali meluap hingga sejumlah tanggulnya jebol dan menggenangi ribuan rumah di wilayah perbatasan Surabaya-Gresik hingga Lamongan.

Kepada wartawan, Khofifah  mengatakan, banjir selama sepekan terakhir juga melanda Kabupaten Mojokerto dan Jombang.

“Bulan lalu sebanyak 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dilanda banjir akibat luapan Sungai Brantas. Minggu ini banjir akibat luapan Kali Lamong melanda Gresik, Jombang dan Mojokerto, selain juga Kota Surabaya, dengan ketinggian banjirnya yang cukup lama untuk bisa surut,” kata Khofifah, seperti yang dilansir dari Antara, Minggu (5/5).

Banjir terparah selama pekan ini terjadi di Gresik yang menggenangi ribuan rumah di lima kecamatan dengan ketinggian lebih dari 1 meter.

Baca juga: Waduh, Luas Kawasan Hutan di Jatim Di Bawah Standar Minimal

“Karena Kali Lamong di Gresik menampung aliran air dari Mojokerto, Lamongan, dan Bojonegoro. Untuk itu, nanti penanganannya harus menjadi satu kesatuan tata ruang wilayah Jawa Timur agar penyelesaiannya bisa permanen,” ujarnya.

Dia akan melibatkan pemerintah daerah yang dilewati Kali Lamong, selain juga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memetakan titik-titik mana yang selama ini menyebabkan banjir.

“Pemetaan itu nantinya untuk menentukan titik-titik pembangunan pintu air di sepanjang aliran Kali Lamong yang bisa dibuka-tutup jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” terangnya.

Mantan Menteri Sosial itu mengungkapkan,  Kali Lamong saat ini terdata berkapasitas 250 meter kubik per detik. Sedangkan intensitas hujan yang tinggi selama sepekan terakhir memaksa Kali Lamong harus menampung air sebesar 700 meter kubik perdetik.

Kondisi banjir yang terjadi sekarang, lanjut dia, kalau dikuras dengan cara dipompa sangat tidak memungkinkan. Karena untuk dialihkan ke kali yang lainnya pun kapasitasnya sudah terlalu berlebih akibat sedimentasi.

“Posisi amannya Kali Lamong harus bisa menampung aliran air sebesar 1.000 meter kubik perdetik,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*