Google Tidak Lagi Dapat Dioperasikan di Perangkat Huawei

google
Huawei | Foto: google

JoSS, New York – Jika Anda pemilik smartphone Huawei atau pemilik saham Huawei, ini adalah awal minggu yang buruk bagi Anda. Karena Google secara efektif telah menarik akses aplikasi dan pembaruannya dari salah satu perusahaan smartphone terbesar di dunia, Huawei.

Google, yang dimiliki oleh Alphabet melalui juru bicaranya mengatakan “Kami telah menangguhkan bisnis dengan Huawei terkait transfer perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan teknis kecuali yang tersedia untuk umum melalui lisensi sumber terbuka,” demikian dilaporkan Reuters,  Senin (20/5) yang dikonfirmasi oleh Google, “Kami mematuhi perintah dan sedang mempelajari implikasinya” kata juru bicara Google kepada CNBC, kemarin.

Secara sederhana arti pemutusan ini adalah Google telah memutus aplikasi dan pembaruan Android seperti Gmail dan Google Play Store ke Huawei.

Ini adalah konsekuensi dari beberapa keputusan Trump, hanya beberapa hari setelah Trump menambahkan Huawei ke daftar hitam perdagangan AS. Konsekuensi sikap Amerika Serikat sekarang ini langsung dirasakan bukan saja oleh perusahaan raksasa dari China ini,tapi juga bagi para penggunanya.

Padahal Huawei baru saja meluncurkan Mate X, smartphone foldable di Mobile World Congress Barcelona akhir Februari lalu. Harga Ponsel yang bisa dibilang paling mahal yang ada saat ini adalah sekitar Rp 37 juta, lebih mahal dari Samsung untuk seri yang sama dan rencananya akan dijual seharga Rp 28 juta per unit.

Sekedar tahu saja, di tahun 2018 Huawei yang bermarkas di Shenzen berhasil meraup penjualan sebesarRp 1,5 triliun atau melonjak sebesar 19,5% daripenjualan tahun sebelumnya.

Pemesan Huawei Mate X yang sudah terlanjur order dan baru akan bisa memperoleh barangnya pada pertengahan tahun 2019 ini, juga para pemilik Huawei yang berada di luar Tiongkok,  tentu pusing kepala. Punya ponsel super canggih tapi tidak punya akses pada layanan Google yang popular seperti Google Play Store, Gmail, hingga YouTube.

Baca juga: Dianggap Ancaman, Trump Larang Penggunaan Peralatan Telekomunikasi China

Pemutusan dari Google ini akan membuat pemakai Huawei akan kehilangan akses termasuk ke pembaruan OS Android milik Google.

Huawei memang membuat chip dan perangkat kerasnya sendiri, tapi untuk bagian penting dari Ponsel cerdas dan tabeltnya, Huawei masih bergantung pada satu perusahaan Amerika yaitu Android.

Android secara tenis adalah open source, sehingga Huawei secara teknis masih akan memiliki akses ke Android Open Source Project yang juga dikenal sebagai “AOSP”, yang terbuka untuk siapa saja yang ingin menggunakannya. Namun, ini tidak termasuk aplikasi Android yang diandalkan hampir seluruh orang di dunia, seperti Gmail dan Google Play Store.

Aplikasi-aplikasi penting tersebut tidak memang dicakup oleh lisensi open source. Untuk bisa menggunakannya, harus ada kerja sama komersial dengan Google.

Sejak perang dagang Amerika Serikat dan China dimulai serta masalah CEO Huawei mengemuka, Huawei sudah memahami konsekuensi ini mungkin akan timbul akan tetapi sampai sekarang mereka belum siap dengan sistem operasi milik mereka, untuk sementara waktu pemilik Ponsel dan tabel Huawei kemungkinan tetap akan dapat memiliki akses terbatas terhadap Google.

Namun, akses ke pembaruan tampaknya akan tertutup, karena tanpa kolaborasi dengan Google maka Ponsel Huawei kemungkinan tidak akan mendapatkan pembaruan dengan cepat, dan ini termasuk pembaruan keamanan. Akan ada problem besar bagi pembeli Huawei yang harus sadar sejak awal bahwa Ponsel canggih itu tidak bisa digunakan secara maksimal di luar China. (wid)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*