Disebut Jadi Target Pembunuhan, Wiranto: Nyawa itu Milik Allah

JoSS, JAKARTA – Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengungkapkan empat nama pejabat negara yang menjadi sasaran dalam rencana pembunuhan oleh enam tersangka yang telah ditangkap, beberapa waktu lalu.

Keempat nama itu adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

“Ada Pak Wiranto, Menko Polhukam, Ada Pak Luhut, Menko Maritim. Lalu ada Pak Kepala BIN, dan juga ada Pak Gories Mere,” ujar Tito.

Ia mengatakan, informasi tersebut berasal dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tito memastikan informasi tersebut bukan berasal dari informasi intelijen. “Ini dari hasil pemeriksaan tersangka. Jadi bukan informasi intelijen. Kalau informasi intelijen tidak perlu pro justicia,” lanjut dia.

Baca juga: Ada Indikasi Menjatuhkan Pemerintahan, Kapolri Bakal Tindak tegas

Polisi mengungkap adanya kelompok pihak ketiga yang ingin menciptakan martir dalam aksi menolak hasil pilpres pada 22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta. Selain itu, kelompok ini juga diduga berniat melakukan upaya pembunuhan terhadap empat pejabat negara dan seorang pemimpin lembaga survei.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menyatakan bakal tetap bekerja seperti biasa. Menurut dia, ancaman pembunuhan merupakan cara agar pejabat yang jadi target mengurangi aktivitas sebagai pejabat negara.

“Memang untuk memberikan rasa takut kemudian mengurangi aktivitasnya, lemah. Tetapi kami tidak seperti itu,” ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan bakal terus bekerja sesuai dengan prosedur yang ada. Ia mengklaim bakal terus bekerja untuk menyelamatkan keamanan negara.

Lebih lanjut, Wiranto menegaskan kehidupan seseorang hanya bisa ditentukan oleh Allah SWT. Akan tetapi, ia berharap Kepolisian bisa mengusut tuntas rencana pembunuhan terhadap dirinya dan pejabat negara yang lain. “Soal nyawa itu ada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*