BNI Bidik Pembiayaan Tol Semarang-Demak dan Solo-Kulonprogo

JoSS, BAKAUHENI – PT Bank Negara Indoensia (Persero) Tbk., membidik pembiayaan pada proyek jalan tol di Jawa dan Sumatera. Di Jawa, bank pelat merah itu berencana membiayai proyek jalan tol Solo-Demak dan Solo-Jogja-Kulonprogo.

Direktur Corporate Banking Putrama Wahju Setyawan mengatakan tahun ini perseroan ingin menambah portfolio kredit dengan mengincar pembiayaan proyek jalan tol. Selain di Jawa, pihaknya juga melirik pembiayaan infrastruktur proyek jalan tol Aceh-Sigli.

Ketiga proyek itu dinilai telah memenuhi kriteria pembiayaan infrastruktur di antaranya harus memiliki internal rate of return (IRR) minimal 13 persen dan ekuitas 30 persen dari pemilik proyek.

“Kami tetap mengedepankan prinsip proyek yang dibiayai harus visible dan bankable,” katanya saat menjajal Tol Bakauheni-Terbanggi Besar bersama Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra, belum lama ini.

Meskipun demikian dia tidak menjelaskan apakah BNI akan kembali jadi lead arranger untuk sindikasi pembiayaan ketiga ruas jalan tol tersebut.

Sementara itu, tercatat total kredit investasi BNI untuk pembiayan tol per Maret 2019 mencapai sekitar Rp13,3 triliun. Namun, jika dihitung secara maksimum kredit ada di kisaran Rp26 triliun. “Karena penarikan kreditnya bertahap sesuai dengan progres kan ya,” tambahnya.

Adapun dari 70 ruas jalan tol yang ada di Indonesia, BNI membiayai 23 ruas dan 11 di antaranya sudah beroperasi sedangkan sisanya masih dalam proses konstruksi.

Baca juga: Jalan Tol Trans Sumatra Ditarget Rampung 2024

Sementara itu, proyek tol Semarang-Demak saat ini telah dilelangkan dan dimenangkan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical.

Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer akan dibangun dengan investasi sebesar Rp 15,3 triliun. Sejak awal, pembangunan tol ini ditargetkan dapat terlaksana pada tahun ini dan selesai pada 2021.

Secara teknis Tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak. Kecepatan rencana 100 kilometer per jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2×2 dan jalur akhir 2×3.

Tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa. Seperti diketahui kondisi lalu lintas kawasan utara Jawa kepadatannya cukup tinggi. Jalan tol ini akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak.

Tanggul laut tersebut berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (land subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung. Adapun penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) ditargetkan dapat dilaksanakan tak lama setelah pemenang lelang diumumkan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*