JoSS, BANDUNG – Jalur Ibun Kamojang di Kabupaten Bandung tidak direkomendasikan polisi sebagai jalur alternatif mudik lebaran dari arah Bandung menuju Garut. Lantaran kontur jalan di daerah tersebut yang memiliki kontur naik dan turun, selain itu juga banyak tikungan tajam.
Kapolsek Ibun Iptu Carsono mengatakan, meski tidak direkomendasikan pihaknya akan berjaga di jalur tersebut. Sebab warga yang sudah tahu dengan kondisi itu akan menggunakan jalan tersebut sebagai jalur alternatif.
Berdasarkan pantauan, bantal dan kasur keselamatan dipasang di titik rawan kecelakaan lalu lintas, yaitu di turunan makam Patrol. Hal itu dilakukan demi memberi keselamatan kepada para pengguna jalan.
“Bantal dan kasur keselamatan dipasang Muspika Ibun sebanyak tiga titik. Pertama di turunan Paseh, kedua turunan makam Patrol dan ketiga di turunan SD Patrol,” tambahnya.
Dia mengungkapkan, terkait pemasangan bantal dan kasur keselamatan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Baca juga: Kepadatan Lalu Lintas Mudik Jalur Utama Semarang-Jogja Diprediksi Turun
“Kami mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang mana memang sering terjadi arah Garut ke arah Majalaya (Bandung), yaitu memang turunannya sangat panjang dan curam sehingga rawan sekali rem blong terutama kendaraan jenis matik,” ujarnya.
Turunan dari arah Garut menuju Bandung memiliki panjang sekitar 10 km dan memiliki empat titik rawan kecelakaan lalu lintas, yakni di jalur Curang Monteng, turunan SD Patrol, turunan makam Patrol dan turunan Paseh.
“Tips sendiri, kami mengimbau kepada penggunaan jalan Majalaya arah Samarang (Bandung-Garut) dan sebaliknya, terutama dari arah Samarang menuju Majalaya, sebelum jembatan kuning (Cukang Monteng) untuk mendinginkan rem terlebih dahulu. Supaya ketika turun ke arah Majalaya rem tersebut berfungsi dengan normal,” terangnya.
“Kami sudah mendirikan Pos PAM Operasi Pidato untuk mendinginkan rem kendaraan. Selain itu pastikan kondisi kendaraan dengan kondisi baik dan penggunaan kendaraan dengan kondisi sehat dan prima,” pungkasnya. (nug/lna)

Leave a Reply