Akhirnya PKL Jalan Bali Bersedia Direlokasi

JoSS, KLATEN – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Jalan Bali, Klaten menyatakan kesediaannya untuk pindah ke lokasi baru. Mereka menyampaikan kesediaan itu melalui surat pernyataan yang ditujukkan ke Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pemkab Klaten. Sementara kegiatan pemindahan PKL di Jalan Bali ke Hutan Kota di Jalan Dr Wahidin itu paling lambat dilakukan 15 Juni mendatang.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pemkab Klaten, Didik Sudiarto, semua pedagang sudah mengumpulkan surat pernyataan bermaterei ke Dinas pekan lalu. Surat itu berisi kesediaan pindah ke lokasi baru.

“‘Relokasi akan dilakukan maksimal tanggal 15 Juni nanti,” jelas Didik Sudiarto, seperti yang dilansir dari suaramerdeka.com, Rabu (15/5).

Saat ini persiapan pindah terus dilakukan di lokasi baru di Hutan Kota Jl Dr Wahidin, Semangkak, Klaten Tengah. Rencana pindahan usai Lebaran sesuai dengan aspirasi pedagang.  Pemkab juga akan membangun kios dan los baru yang kurang sesuai dengan jumlah pedagang yang bakal direlokasi.

Usulan anggaran sudah diajukan dan diharapkan disetujui. Jumlah los/ kios yang akan dibangun 32 unit dengan ukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan jumlah los/ kios yang siap 48 unit. Jumlah itu akan mencukupi untuk menampung semua pedagang tahun ini.

Baca juga: Alun-alun Manunggal Gombong Akan Diramaikan Pasar Ramadhan

Selain itu masih ada 15 pedagang kuliner yang tidak ikut pindah. Mereka akan tetap berada di Jl Bali yang rencananya akan digunakan untuk arena kuliner sore sampai pagi hari.

Pada APBD Perubahan, Dinas juga mengusulkan anggaran pembuatan los/ kios untuk menampung pedagang di Jl Irian. Pedagang di jalan itu akan direlokasi ke samping lokasi pedagang Jl Bali, masih di kompleks hutan kota. Dinas menargetkan semua pedagang di dua ruas jalan itu tahun ini pindah.

Salah seorang pedagang di Jl Irian, Atun mengatakan, sudah mendengar rencana Pemkab itu. Namun pedagang belum jelas kapan akan dipindah. ” Yang dipindah pedagang di Jl Bali dulu. Sedang kami masih menunggu kelanjutannya,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*