JoSS, JAKARTA – Menjelang proses pemilihan Presiden Republik Indonesia belakangan ini juga kerap membuat Yovie Widianto gerah. Maka tercetuslah ide dan gagasan yang membuat orang lain merasakan kehidupan yang lebih damai hingga saling berbagi.
“Terkadang kita sering lupa bersyukur atas apa yang telah dimiliki dan punyai. Indonesia yang indah ini adalah salah satunya,” kata Yovie Widianto ketika berbincang di Hard Rock Cafe, Mal Pacific Place, kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Melalui ide yang sudah lama ingin diwujudkannya, ayah penyanyi solo Arsy Widianto tersebut membuat akun media sosial Instagram bernama @RuangTengahIndonesia di akhir Februari 2019.
Untuk mendukung ‘voice’ Ruang Tengah Indonesia, Yovie Widianto mengajak teman-teman sesama selebritas, seperti Band HIVI!, Nino ‘RAN’, Andien, Eka Gustiwarna, dan bintang film cantik Prisia Nasution.
Yovie Widianto juga menciptakan lagu berjudul Hatiku Indonesia. “Lagu ini bercerita tentang ungkapan cinta terhadap Indonesia, walau banyak negeri indah diluar sana,” kata Yovie Widianto.
Lagu Hatiku Indonesia yang merupakan sebuah karya untuk menyatukan masyarakat Tanah Air yang terpecah jelang Pemilu 2019. Kerja ini merupakan sebuah kolaborasi dengan Nino RAN , Febri HIVI!, dan Eka Gustiwana.
Baca juga: Tulus, Glenn Fredly & Yovie Widianto Terlibat “Adu Rayu“
Hatiku Indonesia merupakan sebuah karya pertama dari Ruang Tengah Indonesia. Dan menariknya, Hatiku Indonesia tercipta hanya melalui komunikasi di aplikasi WhatsApp. Nino RAN mengungkap, semua ide dituangkan lewat obrolan di grup WhatsApp.
“Kami enggak pernah ketemu, jadi tek-tok-an-nya lewat WhatsApp aja. Jadi kayak puzzle-puzzle gitu. Mas Yovie tinggal gabungin aja,” ujar Nino RAN seperti dirilis Tabloidbintang.com.
Para musisi yang tergabung dalam Ruang Tengah Indonesia itu memiliki tugas masing-masing. Nino membuat lirik yang terinspirasi dari tempat-tempat yang pernah dikunjungi di Indonesia.
“Inspirasinya dari jalan-jalan. Jadi ke mana pun kami pergi, kami tetap ingat Indonesia. Jadi sejauh-jauhnya kami pergi, Indonesia itu akan tetap dalam diri kami,” ujar Nino RAN.
Sedangkan Yovie Widianto mengeluarkan ide-ide yang bisa menggabungkan semua. Pentolan grup band Kahitna itu mengaku kesulitan membuat lagu tema nasionalis daripada menciptakan lagu cinta.
“Saya jadi bisa merasakan betapa hebatnya seorang Ismail Marzuki. Kayak ‘Sepasang Mata Bola’, itu kan untuk memuja wanita. Tapi, ada pemujaan untuk Indonesia-nya juga. Kita sudah lama tidak punya lagu seperti itu. Itu akan menggugah masyarakat untuk sayang kepada Indonesia,” pungkas Yovie Widianto. (Wiek/lna)

Leave a Reply