JoSS, BANYUMAS – Monumen Pesawat MIG 17 Fresco yang berdiri di Alun-alun Kabupaten Banyumas adalah bukti sejarah bahwa Indonesia sebagai bangsa yang besar senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan.
Hal itu dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, SIP dalam sambutannya pada acara Peresmian Monumen Pesawat MIG 17 Fresco, Sabtu (6/4).
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Banyumas serta seluruh masyarakat Banyumas.
“Berkat dukungan semua pihak sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar dam diselesaikan dengan baik,” ucap Marsekal Hadi, Sabtu (6/4).
Diharapkan, monumen tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi penerus.
“Mudah mudahan dengan kehadiran pesawat Mig 17 Fresco juga membawa berkah bagi masyarakat, terutama adalah untuk edukasi dan rekreasi di wilayah Alun-alun Banyumas,” kata Panglima Hadi Tjahjanto dalam sambutannya, Sabtu (6/4).
Baca juga: Pembobol ATM di Banyumas Ini Modus Lama, Begini Triknya
Mig 17, kata Panglima, adalah pesawat bersejarah. Jenis pesawat ini menjadi salah satu armada tempur yang digunakanTNI pada waktu itu untuk merebut Irian Barat (Papua), bersamaan dengan Mig 19 dan Mig 21. Mig 17 adalah jenis pesawat pencegat yang mampu membuat Belanda takut hingga meninggalkan Papua.
“Di sini (pesawat yang dijadikan monumen) ada tanda 1118. 11 itu adalah nama skadron yang ditempati oleh pesawat Mig 17 ini. 11 menandai bahwa pada waktu itu tahun 55-56 Indonesia baru 11 tahun merdeka dan kita baru memiliki satu skadron pesawat tempur. 18 adalah nomor urut dari pesawat,” ujarnya.
Pesawat buatan Mikoyan Gurevich, Rusia, itu sebelumnya dibawa menggunakan jalan darat dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang pada akhir tahun 2017 lalu. Pada masanya, Indonesia mempunyai 49 jenis MIG antara lain MIG 15 Fogot, Mig 17 Fresco, MIG 21 Fishbed dan TU 16. Semua pesawat ini selesai pengabdiannya tahun 1969.
Peresmian monumen pesawat legendaris di Alun-alun Banyumas tersebut juga dihadiri oleh Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dan sejumlah tokoh sipil setempat. (Wiek/lna)

Leave a Reply