Tebing Jalur Wisata Gunung Bromo Longsor

bromo
Longsor di jalur wisata Gunung Bromo | Foto: google

JoSS, PASURUAN – Bencana tanah longsor melanda tebing jalur wisata Gunung Bromo, Desa Balidono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Bencana longsor terjadi di dua titik, yaitu di Dusun Junggo dan Dusun Purwono Putuk.

Di Dusun Junggo ketinggian tanah yang longsor mencapai tinggi 10 meter dan lebar 3 meter. Sedangkan di Dusun Purwono Putuk, tinggi tanah yang longsor mencapai 4 meter dan lebarnya 30 meter.

“Yang membahayakan di Dusun Junggo, karena tebing yang longsor tapat di atas jalan aspal. Sehingga butuh penanganan segera. Harus segera dibangun plengsengan. Tapi itu wewenang Pemprov,” kata Camat Tosari, Abdul Ghoni, seperti yang dilansir dari detiknews.com, Selasa  (30/4).

Ghoni mengatakan, wilayah Tosari merupakan daerah rawan longsor terutama saat musim hujan. “Lokasi longsor hanya ditumbuhi rerumputan, seharusnya lebih banyak pohon,” terangnya.

Dia menjelaskan longsor terjadi pukul 21.00 WIB, Minggu (28/4). Longsoran tanah memenuhi jalan dan melumpuhkan akses wisata.

Baca juga: Tiga Saat Terbaik Nikmati Keindahan Gunung Bromo

Sebelumnya, bencana tanah longsor juga pernah terjadi di tiga titik di akses jalan menuju ke kawasan Wisata Gunung Bromo, yang mengarah ke Desa Ngadiwono, Kec Tosari, Kab Pasuruan, tanggal 1 Februari 2019. Aparat bersama masyarakat setempat bergotong royong bergerak cepat membersihkan longsoran, terlebih saat liburan akhir pekan.

“Terlebih saat ini akhir pekan, banyak wisatawan. Makanya semua petugas dan aparat serta semuan unsur masyarakat bergerak bersama untuk segera mebersihkannya,” kata Camat Tosari, Abdul Ghoni.

Longsoran mulai terjadi pada Kamis dan Jumat (1/2) malam, akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang Pegunungan Bromo. Lokasi yang longsor masih masuk dalam Desa/Kec Tosari, menuju ke arah jalur wisata ke Bukit Penanjakan yang menjadi tempat melihat sunrise (matahari terbit).

“Kami tidak ingin wisatawan yang berakhir pekan, terganggu perjalanannya. Makanya kami bersama seluruh masyarakat tidak bisa berdiam dan langsung bergerak membersihkannya, sehinggga wisatawan dapat tetap menikmati pesona Gunung Bromo,” tambah Kepala Desa Tosari, Wafik Imron. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*