
JoSS, CILACAP – Maskapai penerbangan Trans Nusa menghentikan operasional pesawat untuk rute Cilacap-Semarang pada April ini. Hal itu karena sepinya peminat untuk rute tujuan tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Tunggul Wulung Cilacap Muhammad Syaiful Zuhri mengatakan, permintaan atau penumpang Trans Nusa Cilacap-Semarang kurang. Kemudian, beberapa kali penerbangannya ditunda dan akhirnya berhenti.
Dia mengatakan, pesawat Trans Nusa bisa menampung 50 penumpang. Berhentinya Trans Nusa membuat pihaknya berusaha untuk mendatangkan penerbangan lain dengan daya tampung serupa.
“Menjadi PR kami akan mendatangkan penerbangan yang lebih besar. Karena sekarang dengan Susi Air hanya 12 orang penumpang. Kalau ATR bisa 50 orang, jadi lebih banyak masyarakat yang akan menggunakan layanan transportasi udara,” ujarnya, belum lama ini seperti dirilis Satelitpost.com.
Salah satu perusahaan penerbangan yang akan didatangkan ke Bandar Udara Tunggul Wulung kata dia Wings.
“Kami masih menjajaki dengan Wings untuk datang ke sini,” katanya.
Diketahui, sebenarnya Trans Nusa bisa menjadi alternatif masyarakat yang akan bepergian apalagi jika melihat saat ini jalur lalu lintas darat yang kian padat. Saat itu penerbangan Trans Nusa menggunakan tarif bawah dan tarif atas. Sesuai dengan permintaan pasar. Tarif bawah Rp 300 ribu dan tarif atas Rp 980 ribu.
Baca juga: Wah, Tarif Tiket Garuda Diskon 50 % Untuk Seluruh Penerbangan Domestik
Keberadaan Trans Nusa sebenarnya juga sangat memangkas perjalanan. Sebab, jika perjalanan darat dari Cilacap ke Semarang memakan waktu sampai enam jam. Sementara, jika menggunakan pesawat memakan waktu 45 sampai 50 menit.
Sementara, rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Tunggul Wulung menunggu pembebasan lahan. Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Tunggul Wulung Cilacap Muhammad Syaiful Zuhri mengatakan jika idealnya landasan pacu untuk Bandar Udara Tunggul Wulung ini sepanjang 1.600 meter. Karena Tunggul Wulung sudah melayani pesawat ATR 72 yang berkapasitas 50 orang penumpang.
“Saat ini panjang 1.400 meter, Kami sudah sempat menyampaikan ke bupati dan gubernur untuk memperpanjang sampai 1800 meter, jadi rencana ada perpanjangan 400 meter,” ujarnya.
Dia yang baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Bandar Udara Tunggul Wulung ini mengatakan jika pihaknya terus mengusulkan anggaran untuk pembangunan. Akan tetapi, masih terkendala sarana di Cilacap sendiri, yaitu pembebasan lahan.
“Kita usulkan tetapi tanahnya belum bebas, anggarannya keluar tetapi tanahnya belum bebas, maka tidak bisa dimanfaatkan. Jadi lebih baik anggarannya untuk yang lain dulu,” katanya.
Karena itu, Syaiful mengatakan pihaknya akan mengajukan anggaran untuk pembangunan landasan pacu, setelah semua sudah siap. Untuk itu, Bandar Udara Tunggul Ulung masih terus melakukan koordinasi dengan pemkab dalam membantu pembebasan lahan.
“Pembebasan lahan dari pemda. Kita hanya infrastruktur. APBN siap anggaran untuk infrastruktur, dan menunggu status tanah saja,” katanya. (Wiek/lna)

Leave a Reply