
JoSS, JAKARTA – Kerja ekstra keras harus terus dilakukan karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI cuma punya waktu selama 35 hari terhitung sejak 17 April hingga 22 Mei 2019 untuk menyelesaikan tahapan Pemilu 2019.
Karena kesibukannya itu, tak sedikit dari mereka yang tidur dan menginap di kantor. Mereka juga tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha apalagi pulang ke rumah.
“Kami nggak hanya bekerja, bahkan kami menginap di kantor. Beberapa teman komisioner juga kadang tidur di kantor,” cerita Komisioner KPU RI Pramono Ubaid kepada Tribunnews.com, Jumat (19/4).
Untuk memejamkan mata dan beristirahat sejenak dari kesibukannya, mereka harus mencuri-curi waktu.Walaupun tidak banyak, tapi tidur sebentar agar tenaga kembali pulih sudah mereka syukuri.
Baca juga: Sederet Korban Yang Diduga Kelelahan di Pemilu 2019
“Kalau lagi ada waktu senggang ya sempat-sempatkan merem sebentar. Kalau lagi di pesawat misalnya, saat berangkat, saya tidur,” kata dia sambil tertawa.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengakui bahwa tugas para penyelenggara Pemilu begitu berat. Mereka juga dituntut untuk menjalankan pekerjaannya secara maksimal.
Ilham mewakili KPU RI mengapresiasi para penyelenggara Pemilu baik itu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun jajaran petugas KPU yang rela berkorban demi menjalankan amanat mengawal Pemilu bersih, jujur, dan adil.
Dirinya pun tahu ada beberapa dari petugas KPPS yang terkena penyakit, bahkan hingga meninggal dunia.
Mereka kelelahan karena bekerja dari dini hari mempersiapkan penyelenggaraan pemungutan suara, dan tak berhenti hingga dini hari pada hari berikutnya, lantaran masih harus menyelesaikan rekapitulasi suara di TPS-nya masing-masing.
“Ada. Ada kecapekan ada serangan jantung. Ini masyarakat nggak banyak tahu bahwa pekerjaan penyelenggara Pemilu sangat berat, sangat maksimal,” ujar Ilham. (Wiek/lna)

Leave a Reply