
JoSS, TASIKMALAYA ā Pemilu 2019 menyisakan kesedihan dengan jatuhnya beberapa korban yang diduga karena kelelahan. Salah satu Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Tasikmalaya yang meninggal saat rekap suara hasil Pemilu 2019. Lelaki paruh baya bernama Supriyanto itu ambruk diduga kelelahan saat menjalankan tugasnya.
“Wafat lagi tugas. Kelihatan fit, tapi jatuh pingsan. Langsung wafat di tempat,” kata Ketua KPUD Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Jamaludin.. “Ayah saya kelelahan, hampir sepekan menyiapkan proses pencoblosan,” kata Sri, anak Supriyanto di rumah duka.
Selain Suprianto, kasus menyedihkan juga dialami dua personel Polda Jatim dari Polresta Sidoarjo dan Polres Bondowoso yang meninggal saat mengamankan pagelaran Pemilu 2019. Dua personel ini yakni Aiptu Supri dari Polresta Sidoarjo dan Brigadir Prima Leion Nurman dari Polres Bondowoso.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan Aiptu Supri meninggal saat mengamankan TPS, sementara Brigadir Prima mengalami kecelakaan usai apel serah pasukan. Saat itu, Prima diketahui sedang perjalanan menuju TPS untuk menggantikan rekannya.
Baca juga: PP Muhammadiyah Serukan Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019
Di Probolinggo seorang petugas KPPS meninggal. Petugas tersebut sempat pingsan saat melakukan penghitungan suara di TPS 2 Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo.
Petugas itu adalah Azis (47), warga Dusun Krajan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim mengatakan Aziz meninggal diduga karena kelelahan.
Kedua kalinya seorang korban lagi tercatat sebagai petugas Pemilu 2019 di Tasikmalaya meninggal. Ketua KPPS di Desa Mandalamekar, Jeje, tutup usia di rumahnya, Kamis (18/4) malam. Jeje diduga kelelahan usai menjalankan tugas mengawal proses rekap suara di TPS.
“Pemilu kali ini berat, ada norma norma baru, pelaksanaan Pileg dan Pilpres disatukan hingga membutuhkan energi ekstra bagi penyelenggara,” ujar Ketua KPUD Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Jamaludin. (Wiek/lna)

Leave a Reply