JoSS, CHINA – Sejumlah pabrik besar dari perusahaan asing di China memutus hubungan kerja karyawannya di tengah tingginya upah tenaga kerja dan tekanan penjualan produk. Perusahaan-perusahaan yang tutup tersebut mulai dari produsen mobil hingga barang elektronik.
Penutupan pabrik ini memicu peningkatan potensi pemutusan hubungan kerja. Tingkat pengagguran China pada Februari naik menjadi 5,3%, mendekati level tertinggi selama dua tahun terakhir.
Reuters merilis Sony Corp akan menutup pabrik telepon pintar [smartphone] dan akan menghentikan produksi pada akhir bulan Maret. Sementara itu Samsung Electronics telah menghentikan operasinya di salah satu pabrik ponsel mereka di China tahun lalu.
Suvei PMI China menunjukkan produsen kecil dan menengah bernasib lebih buruk dari perusahaan besar, yang banyak dikendalikan oleh negara, meskipun aktivitas produksi mereka mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan yang terjangkau ke sektor swasta secara bertahap mulai menunjukkan hasil. Para pembuat kebijakan telah mengakui bahwa ekonomi China saat ini berada di bawah tekanan.
Program tahunan yang dilakukan pemerintah untung mengekang risiko utang dan polusi telah menghalangi investasi baru, sementara perang dagang dengan Amerika Serikat telah merugikan eskpor China, bahkan mengancam pasar tenaga kerja.
Baca juga: Serius Garap ‘Jalur Sutra’ China Kucurkan US$190 Miliar
Sebagai tanggapan, Beijing berencana mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk kebutuhan pembangunan jalan, jalur kereta api dan pelabuhan, bersamaan dengan alokasi sekitar 2 triliun yuan atau sebesar US$297,27 miliar untuk pemotongan pajak dalam rangka mengurangi beban pengusaha.
Beberapa analis percaya stimulus pemerintah tersebut baru akan efektif pada pertengahan tahun. Data sebelumnya menunjukkan bahwa keuntungan industri China turun 14 persen, ini merupakan penurunan terdalam sejak 2011.
Pertumbuhan industri jasa China, yang mencakup lebih dari separuh perekonomian, meningkat pada bulan Maret karena permintaan baru naik lebih cepat. Indeks Pembelian Manajer (PMI) non-manufaktur resmi naik menjadi 54,8 dari 54,3.
Kegiatan konstruksi mengalami sedikit perubahan pada Maret karena pergantian musim ke cuaca yang lebih hangat. Kegiatan konstruksi berada pada level 61,7 di bulan Maret, naik dari 59,2 di bulan Februari.
Biro Statistik Nasional China merilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) China resmi naik menjadi 50,5 pada Maret dari level terendah selama tiga tahun pada Februari di level 49,2. (lna)

Leave a Reply