Serius Garap ‘Jalur Sutra’ China Kucurkan US$190 Miliar

JoSS, BEIJING – Bank Pembangunan China (CDB) telah mengucurkan dana senilai US$190 miliar untuk membiayai beberapa proyek Prakarsa Sabuk Jalan (Belt and Road), atau Jalur Sutra sejak 2013.

Pinjaman bank untuk proyek-proyek internasional beberapa negara yang masuk dalam prakarsa tersebut telah mencapai US$105,9 miliar hingga akhir tahun lalu.

“Itu berarti sekitar 34% dari total pinjaman proyek-proyek internasional,” ujar Direktur Utama CDB Zheng Zhijie dikutip dari media resmi setempat, Kamis (28/3).

Pada Mei 2017, CDB telah menyiapkan skema pinjaman khusus senilai US$37,23 miliar untuk mendukung kerja sama B&R dalam bidang pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas industri, dan pembiayaan selama 3 tahun.

“Kami telah memberikan dukungan pendanaan yang berkelanjutan dan terkontrol untuk pembangunan jangka panjang B&R,” katanya dalam diskusi panel konferensi tahunan Boao Forum for Asia di Provinsi Hainan itu.

Menurut Zheng, pembangunan infrastruktur B&R memang harus terus mendapatkan dukungan dari pemerintahnya.

“Kami ingin membangun platform keuangan yang inklusif dan lebih terbuka agar bisa menentukan permodalan, apakah itu berasal dari BUMN, swasta, atau asing,” ujarnya.

Sayangnya, Zheng tidak menyebutkan secara terperinci kucuran dana proyek-proyek B&R per kawasan atau negara.

Baca juga: Italia dan China Sepakat Bangun Jalur Perdagangan Asia-Eropa

Sebelumnya, Italia menjadi negara G7 pertama yang melakukan proyek besar dengan China. Ke dua negara tersebut sepakat menandatangani protokol tidak mengikat untuk membangun jalur transportasi dan perdagangan Asia ke Eropa.

Pembangunan ‘jalur sutra’ atas inisiatif ini untuk memperkuat perekonomian kedua belah pihak. Pasalnya, perang dagang AS-China telah merembet ke negara sekutu AS di Eropa.

“Kami menyadari bahwa dengan penandatangan kesepakatan ini, kami ada diambang resiko, juga kesempatan,” jelas Menteri Ekonomi Michele Geraci yang telah puluhan tahun bekerja di China.

Penandatangangan 29 butir nota kesepahaman dilakukan ini dilakukan Presiden Cina XI Jinping dan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte di Italia. Nilai investasi ini disebutkan media Italia mencapai 5-7 miliar euro (Rp80,9-11,3 triliun).

Selain kedua kepala negara, Ketua Komisi Pembangunan Nasional China, He Lifeng, dan Wakil Perdana Menteri Italia dan Menteri Pembangunan Ekonomi, Luigi Di Maio ikut menandatangani kesepakatan tersebut.

Harian ekonomi Italia, Il Sole 24 Ore mengatakan nilai investasi China bisa naik hingga 20 miliar euro. Tapi nilai investasi saat ini masih terbatas pada pembangunan pelabuhan strategis Genoa dan Trieste.

Sebelum melakukan kesepakatan dengan China, Italia telah lebih dulu meredakan kegelisahan Barat dengan menekankan manfaat timbal balik dari proyek itu.

Perusahaan-perusahaan Italia yang diuntungkan termasuk kelompok Ansaldo, yang memenangkan kontrak untuk membuat turbin, dan kelompok Danieli, yang mendapatkan kesepakatan 1,1 miliar euro untuk membangun pabrik besi dan baja di Azerbaijan.

Kesepakatan ini juga membuka pasar Cina untuk impor jeruk Italia serta kemitraan untuk raksasa pariwisata China Ctrip, terutama dengan bandara Roma. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*