JoSS, SEMARANG – Persoalan kemacetan di Jalan Pandanaran tepatnya di kawasan oleh-oleh akan segera teratasi. Hal ini seiring dengan akan dirampungkannya pembangunan Gedung Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang.
Menurut Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, saat ini proses pembangunan Gedung Parkir Pandanaran masih berlangsung. Ditargetkan akan rampung pada akhir tahun ini.
“Namun demi melihat progress, kontraktor yakin dapat selesai pada September mendatang,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Senin (1/4).
Dijelaskan, gedung ini nantinya akan menjadi kantor DKK. Selain itu juga akan menjadi gedung parkir yang memuat ratusan mobil.
Di lantai 1 dan 2, akan dipergunakan untuk Puskesmas. Sedangkan DKK, akan menempati lantai 9-11.
Baca juga: Hendi Pingin Pasar Tambaklorok Jadi Pusat Kuliner Ikan Laut
“Sisanya akan menjadi tempat parkir yang total memuat 109 unit kendaraan roda empat. Adapun sepeda motor diparkirkan di lantai semi basement,” tukasnya.
Menariknya, gedung ini akan dihubungkan dengan kawasan oleh-oleh dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). JPO akan dilengkapi dengan spot foto menarik, cocok untuk selfie-selfie anak baru gede (ABG).
Karenanya, seiring dengan proses topping off gedung ini, pengerjaan fisik beton bangunan sudah rampung yang dilanjut dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya.
“Ini merupakan gedung milik Pemkot Semarang tertinggi dengan 11 lantai dan dilengkapi dengan JPO yang eksotis untuk foto,” tuturnya.
Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang Irwansyah mengakui pembangunan gedung parkir di Jalan Pandanaran telah mencapai 50 persen.
Gedung berlantai 10 itu tidak hanya digunakan untuk lahan parkir saja, tetapi juga untuk Puskesmas Pandanaran dan Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Adapun kapasitas gedung parkir ini, dia memperkirakan bisa menampung ratusan 150 kendaraan baik mobil maupun motor setiap lantai.
Karena berada di pusat kota, Irwansyah berencana akan membuat desain jalan penghubung itu dengan penuh estetika dan semenarik mungkin agar bisa menjadi spot yang diminati masyarakat.
“Nanti kami akan menampilkan desain yang keren karena ini berada di pusat. Ini sebagai wajah kota jadi tidak sembarangan. Saat ini memang belum terlihat karena masih dalam proses pembangunan,” katanya.
Pembangunan gedung ini sendiri dilakukan secara multi years sejak tahun lalu. Anggaran totalnya mencapai Rp70 miliar. (gus/lna)

Leave a Reply