Peduli Kanker Serviks, Hotel Sahid Jaya Gelar Pap-Smear Gratis

JoSS, SOLO – Fenomena meningkatnya wanita pengidap kanker serviks mendorong Hotel Sahid Jaya Solo bersinergi dengan Budi Sehat menggelar pemeriksaan pap-smear gratis. Selain itu, kegiatan pemeriksaan pap-smear gratis juga dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Menurut Public Relation Manager Hotel Sahid Jaya Solo, Septioarona S, bahwa jumlah wanita penderita kanker serviks yang semakin meningkat itu sudah selayaknya menjadi prioritas perhatian pemerintah dan masyarakat secara luas.

“Dari kesadaran inilah Hotel Sahid Jaya Solo memanfaatkan moment Hari Kartini ini menjadi momen penting untuk lebih menyadarkan perempuan akan bahaya kanker serviks. Terlebih mereka yang sangat concerndengan kesehatan sejak muda, maka mereka akan memilih untuk waspada dan lebih baik mencegah,” kata Septioarona S, seperti yang dilansir dari TribunSolo.com, Sabtu (13/4).

Dia menambahkan, bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai wujud mendukung pemerintah, maka pemeriksaan ini gratis bagi mereka para pemegang kartu BPJS Kesehatan aktif terdaftar di kota Solo. Tentunya juga akan tetap melakukan verifikasi peserta yang dapat ikut kegiatan ini, apakah bisa lolos untuk ikut serta pemeriksaan gratis atau tidak.

Selain itu juga, lanjutnya, sebelum dilakukan pemeriksaan gratis, akan ada talkshow mengenai kanker serviks baik bagaimana mendeteksi mau pun pencegahannya.

Baca juga: Anjing Beagle Mampu Deteksi Kanker dalam Darah Manusia

Perlu diketahui, jumlah penderita kanker serviks (leher rahim) masih banyak ditemukan di Solo. Penemuan itu diketahui dari banyaknya penderita kanker serviks dan payudara yang memeriksakan diri ke RSUD Dr Moewardi. Demikian disampaikan Pejabat Humas RSUD Dr Moewardi, Elysa.

Menurut Elysa, akumulasi jumlah penderita kanker serviks yang berobat tiap bulannya ke RSUD Dr Moewardi meningkat hingga 50 persen atau sekitar 500 pasien.

“Peningkatan penderita kanker tersebut dipicu oleh beberapa hal, seperti pasien lama yang berhenti berobat,” kata Elysa.

Sejauh ini, lanjut Elysa, sosialisasi tentang pencegahan penyakit kanker tersebut sudah sering dilakukan. Bahkan, dalam sosialisasi ini melibatkan dari berbagai unsur.

“Perilaku hidup tidak sehat bisa menyebabkan seseorang itu mudah terserang penyakit kanker tersebut,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*