Merujuk RISPBK, Dinas Damkar Solo Tambah Satu Unit MPK

Damkar Solo
Mobil pemadam kebakaran | Foto: twitter damkarsurakarta

JoSS, SOLO – Merujuk pada Rencana Induk Sistem Proteksi Bahaya Kebakaran (RISPBK) dan meningkatnya jumlah kebakaran di kota Solo di 2018, maka Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo akan menambah satu unit mobil pemadam kebakaran (MPK).

Mobil pemadam kebakaran tersebut adalah mobil pemadam kebakaran pompa berkapasitas 3.000 liter dan akan ditempatkan di Pos Induk Pedaringan, Jebres.

Penambahan satu unit mobil damkar ini untuk melengkapi inventaris yang dimiliki Dinas Damkar yang sebelumnya telah memiliki 16 unit mobil damkar. Satu unit mobil pemadam kebakaran (MPK) itu mengisi masa triwulan ketiga tahun ini untuk melengkapi armada MPK yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo.

Menurut Kepala Damkar Solo, Gatot Sutanto, unit mobil pemadam kebakaran yang dibutuhkan ada tiga jenis. Yakni yang utama itu pompa, kemudian unit pendukung, dan unit komando. “Secara bertahap kami akan melengkapi kebutuhan tersebut. Selain unit pompa, kami juga menambah beberapa peralatan rescue,” kata Gatot, sesuai yang dilansir dari solopos.com, Selasa (2/4).

Gatot mengatakan pengadaan unit baru itu merujuk pada Rencana Induk Sistem Proteksi Bahaya Kebakaran (RISPBK). Dalam rencana itu terdapat poin yang mewajibkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memiliki sembilan pos pemadam kebakaran dalam jangka sepuluh tahun ke depan.

Sementara untuk saat ini, Kota Bengawan baru memiliki empat pos. “Jika setiap pos memiliki tiga unit yang standby, maka kami membutuhkan total 27 unit mobil damkar. Kalau dengan unit baru jumlahnya jadi 17, maka masih ada kekurangan 10 unit yang akan dipenuhi selama sepuluh tahun ke depan,” paparnya.

Baca juga: Kejar Deadline, KPU Solo Tambah Personel Sortir dan Lipat Surat Suara

Selain kelengkapan unit dan peralatan, pihaknya juga berupaya memberi pelatihan pemadaman api bagi satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) dan petugas keamanan pasar. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan saat kebakaran terjadi, sebelum petugas Damkar tiba.

“Memadamkan api secara tradisional atau menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) itu enggak gampang. Kami memberi pelatihan agar mereka paham dan bisa,” kata dia.

Pelatihan tersebut dilakukan berbarengan dengan lomba dalam rangka Hari Jadi Damkar ke-100, belum lama ini.

Hingga saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo membawahi 95 personel yang terdiri dari 51 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 44 Tenaga Kontrak dengan Perjanjian Kerja (TKPK). Mereka mengoperasikan 16 unit truk pemadam yang tersebar di empat pos yaitu Pedaringan, Gading, Kota Barat, dan Sumber.

Dengan sumber daya tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran bisa dengan cepat menjangkau seluruh lokasi di Solo dalam waktu kurang dari 15 menit. Bahkan selama 2018, Dinas Pemadam Kebakaran Solo ikut terlibat dalam penanganan kebakaran di Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*