
JoSS, MALANG – Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan menggelar operasi pasar bawang putih serentak di Jawa Timur, Rabu (24/4). Operasi pasar ini digelar di tiga pasar yaitu Pasar Gadang Lama, Pasar Blimbing dan Pasar Besar Kota Malang.
Kasi Stabilitas Harga, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Asih Siswanti menjelaskan, operasi pasar ini bertujuan untuk menstabilkan harga bawang putih yang kini telah mencapai Rp 45.000 per kilogramnya.
“Operasi pasar kami gelar serentak di Jawa Timur pada Rabu (24/4) ini. Untuk di Kota Malang, kami diberi jatah 50 ton bawang putih yang langsung didistribusikan ke pedagang,” kata Asih Siswanti, seperti yang dilansir dari surabaya.tribun.com, Rabu (24/4).
Sejak pagi, para pedagang sudah mulai mengantre di depan kantor Pasar Gadang Lama.Mereka rela menunggu kupon yang diberikan petugas Dinas Perdagangan Kota Malang.
Satu kupon itu nantinya akan ditukarkan satu sak bawang putih yang mempunyai berat 20 kilogram. Para pedagang juga harus menebus satu sak bawang putih itu dengan harga Rp 400 ribu.
“Satu pedagang hanya bisa mengambil lima sak bawang putih. Kalau tidak diterapkan seperti itu, pasti akan ada yang borong semuanya. Untuk itu kami berikan dalam bentuk kupon agar semua terbagi secara rata,” ujarnya.
Baca juga: Stok Bawang Menipis, Mendag Terbitkan Izin Impor 7 Perusahaan
Dijelaskannya, dalam aturannya, para pedagang ini harus menjual bawang putih tidak lebih dari harga Rp 30 Ribu per kilogramnya. Apabila ada pedagang yang melanggar, Asih sudah memberikan tindakan tegas dengan menarik bawang putih kembali dan mengembalikan uang kepada pedagang.
“Kami sudah menurunkan petugas yang siap memantau ke lapangan untuk meninjau langsung harga bawang putih di pasaran. Kalau ada yang melanggar, langsung akan kami tindak tegas,” jelasnya.
Asih menambahkan, bawang putih yang dijual dalam operasi pasar ini merupakan bawang putih jenis Sicau yang berasal dari Tiongkok. Menurutnya, pemerintah harus melakukan impor putih karena pasokan di Indonesia mulai menurun.
“Kalau bawang putih pemerintah memang harus impor karena bergantung dengan musim. Berbeda dengan bawang merah, meski kita impor tapi bawang merah kita mempunyai ciri khas tersendiri dan hanya ditemui di Indonesia saja,” ujarnya. (nug/lna)

Leave a Reply