
JoSS, TOKYO – Kepala Negara Jepang Kaisar Akihito pada hari ini, Selasa (30/4) mengundurkan diri dari takhtanya. Sekaligus menandai era baru Jepang di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Naruhito.
Pengunduran diri Kaisar Akihito setelah 30 tahun memerintah cukup bersejarah. Ia menjadi kaisar pertama Jepang dalam 200 tahun yang mengundurkan diri saat masih menjabat. Pengunduran diri kaisar Jepang saat masih hidup terjadi pada 1817.
Setelah masa pemerintahan Akihito berakhir tepat pada tengah malam, Putra Mahkota Naruhito akan menjadi kaisar baru pada Rabu (1/5). Namun, ia akan dinobatkan secara resmi melalui serangkaian upacara pada Oktober mendatang.
Berikut ini adalah serangkaian ritual yang akan dijalani keluarga Kekaisaran Jepang jelang pergantian kaisar sebagaimana dihimpun oleh The Japan Times.
Upacara turun takhta pada Selasa, (30/4) akan berlangsung di Ruang Pinus (Pine Chamber) Istana Kekaisaran, Tokyo pukul 17.00 waktu setempat. Sekitar 300 orang diperkirakan akan hadir dalam upacara yang disiarkan secara langsung secara nasional tersebut.
Bangsawan Kekaisaran Jepang akan membawa segel kenegaraan dan dua dari tiga harta sakral Jepang yakni sebuah pedang dan batu permata. Bersama dengan cermin, ketiga benda tersebut merupakan simbol kekaisaran.
Perdana Menteri Shinzo Abe akan mengumumkan pengunduran diri Kaisar Akihito. Pengumuman tersebut akan diikuti dengan pernyataan resmi Akihito sebagai kaisar. Permaisuri Michiko, Putra Mahkota Naruhito dan Putri Mahkota Masako akan hadir bersama para pemimpin kedua majelis Diet dan hakim agung.
Upacara peresmian pewarisan takhta, Rabu (1/5), dimulai sekitar pukul 11.00 waktu setempat dan merupakan tahap pertama aksesi Putra Mahkota Naruhito menuju takhta Krisantium.
Setelah tahap ini dilakukan, Naruhito akan memberikan pernyataan resmi pertamanya sebagai kaisar. Pidato tersebut diperkirakan akan memberi gambaran mengenai visi dan misinya selama memimpin Jepang.
Baca juga: Resto Rumah Salju di Jepang Ini Hanya Buka Satu Bulan
Penampilan publik pertama, Sabtu (4/5), Kaisar Naruhito bersama dengan Permaisuri Masako akan menyapa publik Jepang di Istana untuk pertama kalinya. Mereka akan menyapa ribuan penduduk Jepang yang hadir dan muncul sebanyak enam kali sejak pukul 10.00 waktu setempat.
Penduduk dalam jumlah besar diperkirakan akan hadir karena peristiwa ini bertepatan dengan libur panjang 10 hari. Pada 1990 ketika Kaisar Akihito naik takhta, 100.000 orang berkumpul di istana untuk melihat penampilan publik pertamanya.
Lalu pada 22 Oktober – Sokuirei Seiden no Gi (upacara penobatan)
Kaisar Naruhito akan mengumumkan penobatannya dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari hampir 200 negara. Seperti ayahnya, Kaisar yang baru diharapkan mengenakan jubah tradisional dan hiasan kepala. (lna)

Leave a Reply