
JoSS, SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang terus mendata sekolah swasta yang dinilai perlu dibantu Pemerintah Kota (Pemkot). Saat ini sudah ada 10 sekolah swasta yang terdiri dari SD dan SMP yang akan mendapat bantuan sekolah gratis di 2020.
Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, bantuan sekolah gratis itu menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Saat ini baru kami kumpulkan dan kami kaji. Ada beberapa SD yang baru kami data,” tuturnya seperti dilansir dari TribunJateng.com, Sabtu (13/4).
Lebih lanjut, Gunawan memaparkan, tidak semua sekolah swasta bersedia diberikan sekolah gratis. Sebab, program sekolah gratis ini adalah sekolah standar minimal. Jika sekolah swasta sudah bonafit, mereka tentu lebih memilih membebankan kepada siswanya.
“Kalau sekolah ingin lebih maju pasti tidak mungkin standar minimal. Sehingga, kalau ingin lebih maju butuh dana dari berbagai pihak,” jelasnya.
Ada pun jika sekolah sudah mengikuti program gratis dari pemerintah, lanjut Gunawan, pihak sekolah tidak diperbolehkan menarik sumbangan kepada siswanya. Mereka hanya boleh mendapatkan tambahan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR), paguyuban, ikatan alumni, atau lain yang sifatnya tidak membebankan siswa.
Baca juga: Asiik, Hendi Bakal Gratiskan Sekolah Swasta
“Kalau sudah ikut program gratis tidak boleh tarik biaya yang mengikat kepada siswanya,” tegasnya.
Dia menambahkan, Disdik perlu menelaah lebih dalam serta memperhitungkan kebutuhan siswa dan jumlah siswa agar dana operasional bagi sekolah swasta ini bisa tepat sasaran.
“Nanti kami hitung berapa kebutuhan sekolah itu dan diperhitungkan dengan jumlah siswanya,” imbuhnya.
Sebelumnya, wacana sekolah swasta gratis ini telah disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Program sekolah gratis ini diharapkan bisa menekan angka putus sekolah di Kota Semarang.
Gunawan menyakinkan, jika program sekolah swasta gratis di Kota Semarang bisa mulai berjalan di tahun ajaran baru pada 2020. Meski demikian, untuk mewujudkan hal ini butuh kerja keras karena tidak semua sekolah swasta setuju dengan rencana tersebut.
Sementara itu, Pakar Pendidikan Unnes, Haryono menyambut baik rencana pemkot untuk menggratiskan sekolah swasta di Kota Semarang. Namun, dia mengingatkan agar rencana tersebut dipikirkan secara matang.
“Jangan sampai dengan gratis itu justru menurunkan pelayanan pendidikan. Kemudian, terkait sekolah swasta perlu dihitung juga terkait skema pembiayaan pendidikan itu nantinya,” kata Haryono. (nug/lna)

Leave a Reply