JoSS, JAKARTA – Pendukung Pasangan Calon Pilpres 2019 Nomor Urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mendatangi KPU RI guna melaporkan lembaga survei yang menampilkan quick count Pemilu 2019. Beberapa lembaga survei disebut menyiarkan berita menyesatkan.
Koordinator tim advokasi BPN Djamaludin Koedoeboen mengatakan para lembaga survei tersebut dianggap telah menyiarkan berita-berita yang tidak benar, hoaks dan bahkan menyesatkan.
Djamal meminta KPU memberikan sanksi kepada lembaga survei tersebut. KPU diminta mencabut izin survei beberapa lembaga yang diduga bermasalah.
“Kami dari BPN Prabowo-Sandi, khususnya tim advokasi dan hukum, ke KPU RI dalam rangka melaporkan berapa rekan-rekan atau lembaga survei yang berapa hari ini menyiarkan berita-berita yang tidak benar, hoaks, dan bahkan menyesatkan,” ujarnya, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).
Djamal menyebut dia dan rombongan sebelumnya telah bertemu dengan pihak KPU. Djamal lantas memerinci beberapa lembaga survei itu.
Baca juga: Gema Kemenangan di Kertanegara, Prabowo Klaim Unggul 55,4%
“Ada kita di sini ada LSI Denny JA, kemudian Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking, dan Voxpol,” kata Djamal.
Menurutnya, beberapa lembaga survei tersebut diduga menyampaikan hasilquick count berdasarkan pesanan. Dia juga menyebut hal ini serupa dengan hasil quick count yang dikeluarkan pada saat Pilkada DKI lalu.
“Beberapa lembaga survei ini kami menduga, mereka pasti ada orderan untuk kemudian membuat quick count seperti ini. Kita kira semua juga pernah mengikuti Pilkada DKI kemarin bahwa hasil survei itu beda dengan fakta yang sesungguhnya, survei memberi kemenangan pada Ahok-Djarot, padahal fakta sebenarnya tidak seperti itu,” tuturnya.
Dia mengatakan, dalam hasil quick count pemilu ini, terdapat penghitungan yang melebihi jumlah pemilih. Menurutnya, hal ini dapat merugikan Prabowo-Sandi serta meresahkan masyarakat.
“Bisa berpotensi bisa menimbulkan keonaran di tengah masyarakat, karena KPU belum mengumumkan tapi berbagai statement berbagai gaya yang disampaikan oleh rekan-rekan dari berbagai survei itu seolah-olah telah mengisi otak dan pikiran masyarakat,” sambungnya. (lna)

Leave a Reply